Budak Informasi.. Waktu Tak Kembali!


Waktu SMA dulu saya pernah main ke rumah kawan saya yang bapaknya kaya raya, rumah megah, perabotan mewah.. Saya yang cah ndeso celingak celinguk takjub melihatnya... Ini duitnya dari melihara tuyul berapa yaaa.. (Hahaha.. Enggak ding! Suudzon aja!)

Ada yang membuat mata saya tertarik, melihat tumpukan koran-koran baru dalam seminggu ini yang masih terlipat rapi, jangankan dibaca, disentuhpun tidak..
"Papa ku tuh langganan 10 koran, tiap hari datang terus gak sempet dibaca, akhirnya numpuk begitu. Kalo lagi gak ada acara baru dia baca, satu dua koran habis itu dah ketiduran.. Yang setumpuk gak kebaca juga" kata kawan saya

Begitulah, apalagi di jaman semua orang nenteng gadged! Informasi masuk tak terbendung, dimanapun kita lihat sekarang jadi member Generasi Ndungkluk, semua orang dimana-mana nuunduuuk melototin gadgednya! Ah saya juga pelakunya ding.. 
Tapi lihat, bola ditangan kita.. Apakah kita terus mau diperbudak informasi, atau kita bisa memanage hidup kita sendiri, nunduuuk boleh tapi jangan lupa untuk tegakkan kepala nengok kanan kiri, menyapa kawan dan orang-orang disana sini..

Banyak caranya kok, ketika kita menghadapi serbuan informasi dari berbagai gadged.. Ini contohnya,

Saya sudah ketemu 3 orang kawan yang menjual semua TVnya. Anak-anaknya dididik dengan ibunya, tanpa TV. Bener-bener tidak ada TV di rumah itu, padahal kalo mau beli yang LED 52 inc aja mampu.. Dia memilih memilih memantau berita dari youtube dan TV online saja..

Kawan saya mas Yoyok, owner 74 Waroeng SS Spesial Sambel yang rame itu, sampai hari ini masih pakai HP Nokia lama dengan keypad sederhana. Gak tertarik sama sekali pakai iPhone atau Android! Buka Facebook pun hanya sesekali di komputer..

Ada kawan lain yang tiba-tiba SMS saya, dia menghapus aplikasi WhatsApp di Androidnya. Katanya sudah kebanyakan group dia pusing membacanya, bikin banyak waktu terbuang hanya buat mantengin group WA, isinya banyak yg copas-an berulang! Mau left group nanti dikira sombong..

Hehe begitulah dijaman sekarang, banyak orang-orang "tidak sopan" yang tiba-tiba menarik kita masuk group, dari group reuni, komunitas sampai group abal-abal gak jelas.. Tanpa ijin penawaran main masukin aja...
Saya sendiri tiba-tiba banyak diinvite group, jika gak jelas saya left saat itu juga, banyak group yg saya sudah gak sempat membacanya..

Cara lainnya mulai pilah-pilih, aplikasi apa yang paling sering kita pakai, itu saja yang diinstal. Yang lain gak dipakai ya musnahkan saja, bener-bener memakan energi.
Dulu BBM (Blackberry Messenger) berjaya, ketika sekarang jarang dipakai ya saya hapus saja, ketika dibuka sekali isinya orang jualan semua hehehe.. Waah wis lah, gak pakai BBM sadja, ngurangin beban di kepala..

Lama-lama pun kita muak melihat orang yang mengupload semua isi hidupnya ke sosial media, dari bangun tidur sampai tidur lagi dilaporkan, seolah dunia harus tau semua aktivitasnya... Beeuh!

Ini soal waktu..
24 jam sehari kita dikasih Allah, jika kita tak bisa mengaturnya, sungguh kita orang yang rugi diperbudak dunia.. 
Lupa ibadahnya... Padahal di akherat nanti, surga atau neraka menunggu disana..

Pesan Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa sallam:
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi.
4. Dan keinginan yang tidak akan tercapai." (H.R. Imam Thabrani)

Angkat kepalamu masbro! Mbak Sis! Dunia hanya sementara, sayang dilewatkan hanya dengan nunduuuuk sadja!



Dari:
Saptuari Sugiharto
Newer Posts Older Posts Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger