Di Dalam Rejeki Yang Kita Peroleh Ada Kucing yang Meminta Bagiannya



Allah SWT menjamin kecukupan rejeki setiap makhluk hidup di muka bumi ini. 

Di setiap rejeki yang kita peroleh, terdapat sebagian darinya yang menjadi hak orang lain. Suka tidak suka, mau tidak mau, sebagian dari rejeki kita akan sampai ditangan orang lain yang berhak. Tinggal kitanya yang memilih, mau jalan yang diridhai dan disukai Allah serta tentu memiliki efek positif terhadap kehidupan kita yaitu dengan bersedekah, infaq, wakaf, dan amalan lainnya, atau dengan jalan yang mungkin bagi sebagian dari kita akan merasa terpaksa bahkan tersiksa misal harus berbagi rejeki dengan membayar dokter karena kita sakit. Berarti rejeki dokter tersebut ada disebagian dari rejeki yang kita peroleh, karena harus dikeluarkan sebagiannya maka diberilah tanda kasih sayang Allah kepada kita yaitu sakit dan mau tidak mau mengeleluarkan sebagian rejeki kita.

Dalam kehidupan sehari-hari kita pernah mengalaminya, ketika membeli makan misal lele goreng di warung terkadang ada kucing yang mendekati kita. Ya, mendekat kemudian mengeong seolah-olah ia tau kalau sebagian rejeki yang sedang kita makan itu ada rejeki yang menjadi hak si kucing. Apa itu? durinya, tempurung kepalanya ataupun ekornya. Rejeki kucing ada bersama rejeki yang kita makan.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger