Bahagia

Bahwa jika bahagia dijadikan tujuan, kita akan luput menikmatinya sepanjang perjalanan.
Bahwa jika bahagia dijadikan cita, kita akan kehilangan ia sebagai rasa.
Bahwa jika bahagia dijadikan tugas jiwa, kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba.
Bahwa jika bahagia dijadikan tema besar kehidupan, kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna serta rasa yang diiris-iris ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindera itu ialah ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal dan jasad kita.

Mungkin, bukan nikmat atau musibahnya, tapi syukur dan sabarnya.
Bukan kaya atau miskinnya, tapi shadaqoh dan doanya.
Bukan sakit atau sehatnya, tapi dzikir dan tafakkurnya.
Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qana'ahnya.
Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhu'nya.
Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaknya.
Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara'nya.
Bukan berat atau ringanya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.

Itulah lapis-lapis keberkahan...



~Ust. Salim A Fillah

Newer Posts Older Posts Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger