Lilin

Nikmat itu ketika bisa bersama, berkumpul dan dikelilingi oleh sesama yang mengerti. Mengerti dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dan haknya sebagai insan di bumi. Tak sebatas mengerti dan melaksanakan akan tetapi juga mengingatkan kawan disekitarnya.

Nikmat bersama kawan yang selalu mendukung segala hal tentang kebaikan saat ini maupun impian-impian kebaikan di masa depan yang telah tertanam saat ini.
Diingatkan mengingatkan, dijaga menjaga, didukung mendukung. Sama halnya seperti sebuah lilin yang berada di sebuah ruang gelap. Ia tidak sendirian, di sekilingnya juga terdapat lilin-lilin yang telah menyala sehingga teranglah seisi ruangan tersebut.
Di manapun lilin itu berada di situlah ia harus menyala. Menerangi sekelilingnya memasukkan sinarnya ke dalam retina agar mampu dilihat. Ia tidak sendirian di ruang gelap itu. Ia di kelilingi oleh banyak lilin serupa, akan tetapi kebanyakan dari mereka menyala redup, hampir habis sumbunya bahkan ada yang belum menyala.
Tugasnya sebagai lilin yang telah menyala adalah menularkan apinya kepada lilin sekitarnya. Tentu tak mudah dan tentu tak ada yang mustahil jikalau Allah menghendaki. Menularkan api. Kini ia tak cukup hanya sekedar mengingatkan tanpa harus diingatkan, menjaga tanpa harus dijaga, mendukung tanpa harus didukung. Itulah ia sekarang. Menyalakan sumbu-sumbu lilin lain untuk menerangi seisi ruangan yang baru.

~~~ Kala Senja di Palmerah~~~

Sumber gambar : http://weheartit.com/entry/133085972

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

About Me

Investment and Wealth Protection

Chat Me

 Status YM

 

Followers

Investasi Pohon

Total Pageviews

Visitors

Translate This Page

Wisata Hati Business School

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger