Kelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar Di Kawasan Tambang

Matahari mulai beranjak mendekati titik tertinggi dari bumi, sebentar lagi waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB. Seperti hari-hari sebelumnya kami segera mencari pohon atau naungan semak terdekat untuk beristirahat selama satu jam. Tapi hari ini berbeda, kami bertiga memperoleh transek (jalur pengamatan penelitian) yang tepat berada di tepi jalan inspeksi pompa angguk minyak bumi (rig). Kamipun terpaksa berteduh di bawah pohon yang tingginya baru sekitar tiga meter dan membersihkan semak-semak di sekelilingnya untuk duduk atau sekedar merebahkan badan. Terik matahari terasa menyengat sekali karena kami sedang berada di area ladang minyak yang tergolong masih baru, sehingga tumbuhan yang ada di area ini masih jarang. Debu dan udara panas menjadi suasana harian di kawasan ini. Sesekali kami harus meringkuk dan menutup kembali nasi bungkus yang sedang kami nikmati ketika truk atau mobil inspeksi ladang minyak melintas di depan kami disusul dengan debu beterbangan dibelakangnya. 

Oh iya, kali ini saya dan dua teman saya sedang berada di kawasan ladang minyak salah satu perusahaan minyak di Provinsi Riau, melakukan penelitian terkait habitat Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berada di kawasan ini. Variabel yang diteliti antara lain kondisi fisik habitat, keanekaragaman tumbuhan serta satwa liar yang hidup di kawasan ini. Kesaksian petugas patroli keamanan dan beberapa karyawan yang pernah melihat secara langsung keberadaan Harimau Sumatera di kawasan ini menyebabkan perusahaan mengadakan kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau dan Fakultas Kehutanan UGM untuk meneliti kondisi habitat, populasi serta sebarannya di kawasan perusahaan. 

Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga siang ini kami telah menemukan beberapa tanda kehadiran satwa liar yang hidup di kawasan ini, seperti Babi Hutan di temukan jejak kakinya dengan berbagai ukuran, jalur lintasan serta kotorannya bahkan beberapa hari sebelumnya kami sempat bertemu secara langsung dengan kawanan kelompoknya. Tanda kehadiran satwa lainnya adalah Gajah Sumatera, ditemukan jejak kakinya yang berdiameter sekitar 50 cm serta jalur lintasannya. Kera Ekor Panjang, Biawak, dan beberapa spesies burung juga kami jumpai secara langsung di kawasan ini beberapa hari sebelumnya. Jejak kaki Tapir, Kucing Hutan, bekas cakaran Beruang Madu di pohon serta lubang bekas galian Trenggiling juga kami jumpai di kawasan ini. 

Masih banyak dijumpainya beragam tumbuhan dan satwa liar di kawasan ini, tak lepas dari adanya peraturan yang diterapkan perusahaan yang melarang segala jenis penebangan pohon dan perburuan satwa di dalam kawasan. Hingga akhir penelitian di lapangan, Kami berhasil menemukan informasi mengenai Harimau Sumatera di kawasan ini berupa jejak kaki dan bekas cakaran di pohon, data mengenai jenis serta jumlah tumbuhan dan satwa liar yang hidup di kawasan ini. Saat ini perusahaan minyak ini sudah memiliki data mengenai keragaman tumbuhan dan satwa liar di kawasan operasi perusahaannya. Data ini sangat penting dan wajib untuk dimiliki setiap perusahaan yang memiliki kawasan berada atau di sekitar kawasan hutan. Data ini menjadi acuan untuk perencanaan pengelolaan sumber daya alam sebuah perusahaan. Bagaimana bisa dikatakan mengelola alam dengan baik apabila data penelitian mengenai potensi, jenis dan sebaran sumber daya alam yang berada di kawasan suatu perusahaan saja belum ada? 

Nah, hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan tambang yang sebagian besar kawasan operasinya berada di kawasan hutan. Tak terkecuali bagi PT. Newmont Nusa Tenggara yang menjadi salah satu perusahaan tambang mineral besar di Indonesia. Aspek pengelolaan lingkungan hidup juga menjadi hal penting selama kegiatan penambangan berlangsung saat ini dan setelah perusahaan berhenti beroperasi kelak. Informasi berupa data mengenai tumbuhan dan satwa liar tersebut diatas menjadi data dasar dalam pengelolaan lingkungan hidup. 

Adanya data dasar tersebut dan penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan gambaran dinamikan populasi dan persebaran tumbuhan dan satwa liar yang hidup di kawasan perusahaan. Sehingga perencanaan pengelolaan serta alokasi dana perusahaan untuk pengelolaan lingkungan menjadi lebih tepat sasaran. 

Tak bisa dipungkiri banyak masyarakat masih bergantung hidupnya pada PT. Newmont Nusa Tenggara sebagai karyawan perusahaan. Keberadaan perusahaan ini tidak hanya diharapkan menjadi pihak yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, akan tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan hidup sekitarnya. Keberadaan dan kelestarian habitat tumbuhan dan satwa liar di suatu tempat merupakan indikator kualitas lingkungan di kawasan tersebut. 

Sejauh mana pengelolaan lingkungan hidup yang diterapkan di PT. Newmont Nusa Tenggara? Mari mengenal tambang lebih dekat :) 

Semoga bermanfaat :)

2 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger