Tiger Survey Team (Part 1) Bismillah...

Tanggal 12 April 2013, tidak seperti biasanya, hujan mengguyur Kota Yogyakarta pagi buta itu. Selepas shalat subuh, tumpukan pakaian dan perlengkapan diri yang telah tersusun rapi di dalam tas carrier merah berkapasitas 75 Liter, Saya letakkan di depan pintu. Rencana malam sebelumnya, berangkat ke bandara naik motor membonceng salah satu teman akan tetapi sejak pukul 03.00 dini hari hujan mulai mengguyur dan cukup deras memang. Perjalananpun terpaksa menggunakan taksi yang biasa nge-tem setiap malam di dekat rumah. Sambil terkantuk-kantuk, sopir taksi segera menyalakan mesin mobilnya tancap gas 100 meter menuju depan rumah, begitu kata teman saya yang membangunkan pak sopir itu dari lelapnya. “Sudah 12 tahun mas saya menjadi sopir”, begitu kata beliau sambil mengemudikan mobilnya menerobos hujan. Sepanjang perjalanan beliau menceritakan suka duka pekerjaannya sebagai sopir taksi. Sesekali terkaget saat pengendara motor nyelonong begitu saja di depan mobilnya. Rerata kecepatan 60 km/jam perjalanan kami terasa pelan sekali, padahal saat itu jam digital di taksi sudah menunjukkan pukul 05.10 ketika taksi terhenti di lampu merah sebelah selatan Universitas Sanata Dharma.
Oh iya, pagi itu Saya akan berangkat menuju Riau. Di sana saya akan melakukan penelitian bersama delapan orang kawan, tujuh diantaranya senior, seorang lagi adik angkatan dan didampingi oleh seorang dosen yaitu Pak Subeno. Penelitian ini seperti agak seram kedengarannya, ya memang, Harimau (Panthera tigris sumatrae) si raja hutan ini akan menjadi obyek penelitian utama selama lebih dari sebulan Kami berada di Riau, tepatnya Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Duri, wilayah kerja operasi PT Cevron Pasific Indonesia.
Sejak H-7 dari pemberangkatan Tiger Team (Kami menyebut diri seperti itu biar keren) ini di berikan instruksi terkait dengan jobdesk yang harus dilakukan dengan sedikit bumbu pengalaman beberapa dosen dan senior mengenai perjumpaan maupun penelitian harimau mereka. H-3 Tiger Team mendata seluruh perlengkapan yang diperlukan ketika di lokasi penelitian. Mulai dari alat pengaman diri (Safety helmet, baju lapangan, google keren, dan safety shoes), topeng berbentuk wajah orang suku Indian, perlengkapan tulis dan pengambilan data, P3K, tallysheet, dan tak lupa pula majalah National Geographic yang akhirnya nanti hanya dibuka sekilas kemudian ditumpuk lagi di kamar 206.
“Mas dmn? sdh dtggu nih”, pesan singkat yang dikirim Irwan saat taksi masih berada di depan Hugo’s Cafe. Tepat pukul 05.20 taksi sudah sempurna berada di lobby bandara. Ternyata sepagi itu meskipun hujan cukup deras turun sejak dini hari tadi, bandara Adi Sucipto Yogyakarta sudah ramai oleh calon penumpang jadwal penerbangan pertama hari itu. Setelah selesai check-in di counter maskapai ternyata Kami overload barang bawaan seberat 90 kilogram. “Ada kegiatan apa mas di Riau kok banyak banget barangnya?”, tanya petugas counter heran sambil penglihatanya menyapu seluruh kardus yang berjumlah 29 buah plus tas-tas gede kami. Entah apa jawaban dari mas Enggar yang menyaut pertanyaan itu yang jelas kedengarannya cukup membuat penasaran karena sambil berbisik sambil tertawa saat memesan seat di dalam kabin, saya sibuk memindahkan kardus satu per satu dari trolley ke atas timbangan yang ada.
Sesaat sebelum jam keberangkatan hujan mulai reda dan sinar matahari sempurna membentuk siluet pesawat maskapai kebanggan bangsa Indonesia, Garuda Indonesia Airlines (GIA), gagah, yang terparkir tepat di depan menghadap ruang tunggu penumpang bandara.
Seperti biasa, pagi masih menjadi potongan hari yang paling saya suka
Sesaat kemudian pengeras ruangan yang terdapat di ruang tunggu meneruskan informasi dari petugas kepada penumpang GIA tujuan Pekanbaru untuk segera bersiap di gate keberangkatan. Sesuai instruksi dari petugas penjaga gate Kamipun segera menuju tangga bantuan untuk masuk ke dalam pesawat. Dan pijakan terakhir saat itu di tanah Jawa menuju ke tanah seberang masih di negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bismillah...

1 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

Pakai Aplikasi Paytren

Investasi Pohon

Total Pageviews

Visitors

Translate This Page

Wisata Hati Business School

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger