Gadget yang Mubadzir

Gadget dalam rupa merek apapun kini telah menjadi barang kebutuhan primer disebagian besar masyarakat. Setiap hari, aktivitas manusia seolah-olah tidak dapat terlepas dari benda ini. Mulai dari  pagi hari dibangunkan oleh alarm dari gadget, di sepanjang perjalanan sesekali disibukkan dengan mengirim atau membalas pesan. Nah kalo gadget kita ketinggalan di rumah, waduh bingung bukan kepalang, langsung putar balik arah kembali ke rumah. Saat tiba di tempat kerja maupun kampus/sekolah sudah tersusun rapi jadwal kegiatan yang harus dilakukan hari itu di dalam gadgetnya. Sepulang dari kantor kembali disibukkan dengan si gadget untuk mengatur agenda kegiatan keesokan harinya.

Kalau gadget memang benar-benar berfungsi seperti di atas, it’s ok, tapi yang jadi permasalahan adalah banyak diantara kita yang memiliki gadget yang hanya berfungsi sebagai pengirim pesan singkat, update status tiap tiga detik sekali, melototin status teman di facebook, twitter, what’s up atau sosial media lainnya. Tangan ini tidak pernah lepas sepertinya dari gadget, ya memang asyik nampaknya ketika kita beselancar di sosial media setiap saat akan tetapi apakah kita menyadari bahwa di kehidupan nyata di sekeliling kita banyak sekali hal yang terkadang terlewat begitu saja gara-gara si gadget. 

Contoh, saat mengantri di bank, menunggu bus di halte, sepanjang perjalanan kendaraan, dll. Nah ketika seluruh waktu di saat-saat itu hanya untuk si gadget, bagaimana mungkin bisa kita mengetahui siapa dan apa yang terjadi disekitar kita, siapa tahu orang yang duduk di sebelah kita adalah orang yang memiliki informasi penting yang kita butuhkan, siapa tahu ada kesempatan bagi kita untuk melakukan kebaikan apapun itu bentuknya.

Silahkan saja jika ingin bergadget ria dimanapun kita berada, akan tetapi jangan samapi kita menjadi “autis” gara-gara gadget yang bisa kita manfaatkan untuk hal yang jauh lebih berguna dibandingkan hanya berfungsi pokok sebagai social media tool.

Semoga bermanfaat  :)

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger