Tiger Survey Team (Part III) Akhir

Udara panas yang mengelilingi bukan hanya berasal dari terik matahari saja akan tetapi juga dari panas yang berasal dari pipa-pipa besi yang mengalirkan uap air panas diseluruh area Duri Field. Secara prosedur keamanan dan keselamatan kerja, kami dilarang untuk melintasi pipa besi yang ada, akan tetapi karena jalur transek penelitian ada yang harus melintasi pipa. Maka, dari pihak Cevron mengijinkan kami melintasi pipa besi dengan catatan harus dipastikan terlebih dahulu suhunya terlalu panas atau tidak. Ada cara unik kami untuk memastikan suhu pipa yaitu dengan cara meludahi pipa tersebut kemudian apabila air ludah seperti mendidih maka kami akan berhati-hati melintasinya karena pipa tersebut mengalir uap air panas.Tak jarang pula kami harus menyeberangi kanal air mulai dari  ketinggian air sedengkul hingga sedada ketika di lapangan. Lengkaplah sudah panas dapet dingin juga dapet. 

Pipa uap air panas dan kanal
Kami mulai mengambil data di lapangan sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Rata-rata kami menghabiskan 2 Liter air mineral perhari selama di lapangan, ya, suhu udara yang begitu panas menjadikan baju yang kami kenakan basah oleh keringat beberapa saat setelah berada di lapangan. Rasanya matahari terlalu terburu meninggi sewaktu kami di lapangan. Waktu menunjukkan pukul 12.00, artinya kami harus beristirahat selama 1 jam sesuai peraturan yang berlaku. Sebungkus (1,5 porsi menurut saya) bekal makanan masakan padang yang dibeli pagi hari ketika berangkat ke lapangan siap disantap. Awalnya sih ngerasa bosen tiap hari makan siang dengan menu seperti itu, terlebih saya pribadi kurang cocok dengan masakannya. Lama kelamaan karena tuntutan perut, saya jadi cocok dengan masakan padang. Dan yang menjadi favorit saya ketika makan masakan padang di sana adalah sambel lombok ijo nya mennn.., bbeeehh mantapp!!  belum pernah saya makan sambel lombok ijo seenak itu selama di Jawa. Ada rasa asam, asin, aroma dan rasanya seger dah pokoknya beda, kalo kata Pak Bondan "This is it" (lhoh..)

Cakaran Beruang Madu
Pagar yang dirusak Gajah liar
Beberapa hal yang sangat menarik kami jumpai di sana. Spesies burung yang hanya ada di Pulau Sumatera, Kera liar, Babi hutan yang mendominasi, bekas cakaran Beruang Madu di pohon, jejak Gajah liar dengan diameter hampir mancapai satu meter, bahkan beruntung sekali kami bisa bertemu langsung dengan Gajah liar dengan tinggi sekitar 3 meter yang nampaknya terpisah dari kawanannya. Area Duri Field ini telah dikelilingi pagar kawat sebagai pembatas dengan lahan milik masyarakat dan perusahaan kelapa sawit di sekitarnya. Lalu bagaimana cara Gajah segede itu bisa masuk ke dalam kawasan Duri Field ? Gajah dengan mudah merobohkan pagar kawat besi yang mengelilingi kawasan. Gajah memiliki kecenderungan rute migrasi yang tetap, sehingga apapun yang terjadi Gajah akan melewati rute tersebut bersama dengan kelompoknya. Kita sering mendengar berita bahwa Gajah liar memasuki areal perkebuanan Kelapa Sawit dan pekarangan penduduk. Kemungkinan besar lahan yang telah beralih fungsi tersebut dulunya adalah lintasan migrasi Gajah, jadi jangan salahkan Gajah kalo dia lewat situ lagi. Satu hal yang paling ditakuti oleh perusahaan maupun masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit adalah serangan Gajah terhadap kebun mereka. Gajah sangat menyukai tanaman Kelapa Sawit yang masih muda, sehingga apabila sekelompok Gajah menyerang sebuah kawasan kebun keesokan harinya tanaman Kelapa Sawit yang ada sudah ludes dimakan oleh Gajah. Tidak main-main satu kawanan/kelompok gajah bisa terdiri hingga 50 individu, tak ayal tanaman berhektar-hektar ludes dalam waktu semalam.

Pemasangan Camera Trap Bushnell
Nah ini dia, satwa liar yang menjadi fokus utama pada penelitian ini nampaknya belum menampakkan tanda-tanda keberaannya hingga hampir akhir penelitian. Akhirnya, salah satu tim menemukan bekas cakaran satwa ini di salah satu batang pohon. Diarea sekitarnya memang lokasi ini sudah lama tidak difungsikan lagi oleh pihak perusahaan sehingga hampir mirip dengan hutan, penuh semak dan pohon dengan kondisi yang berbeda dengan area yang masih aktif pengambilan minyak mentahnya. Dilokasi ini juga terdapa danau yang diduga kuat menjadi salah satu sumber air bagi seluruh satwa liar yang hidup di kawasan ini. Setelah berdiksusi bersama, tim memutuskan untuk memasang beberapa kamera trap di beberapa titik yang dianggap potensial satwa ini akan menampakkan diri.

Kondisi area Duri Field saat ini merupakan hutan sekunder bekas perusahaan HPH sehingga sangat jarang ditemui pohon-pohon besar. Spesies (jenis) pohon yang ada di area ini hanya dijumpai sebanyak 21 jenis. Meski demikian masih ada beberapa spesies pohon yang belum pernah saya jumpai. Pengalaman menjumpai spesies pohon yang belum pernah saya jumpai selama ini merupakan hal menarik tersendiri. Bisa dibilang karena saya kuliah di Fakultas Kehutanan, saya jadi tertarik untuk mempelajari lebih jauh tentang pohon, mulai dari jenis, anatominya hingga kesesuaian jenis pohon dengan lingkungannya. Jadi kita tidak boleh sembarangan asal menanam pohon, bukannya untung malah menimbulkan musibah jika asal-asalan menanam pohon.

Itulah sekelumit pengalaman yang diperoleh ketika berkesempatan mempelajari mengenai salah satu spesies satwa liar yang dilindungi dan hanya ada di Indonesia, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Pengelolaan habitat satwa ini ke depan rencananya akan dibuat semacam kawasan khusus bagi Harimau Sumatera yang disebut Tiger Sanctuary di bawah pengawasan BKSDA Riau. Semoga dimasa yang akan datang generasi-generasi selanjutnya masih dapat melihat satwa liar yang langka ini bukan di kebun binatang akan tetapi di alam liar habitat aslinya. Bukan lewat tutur cerita kakeknya akan tetapi secara langsung dapat mengamati merasakan pengalaman di alam.


Tiger Survey Team
Semoga bermanfaat :)




Tiger Survey Team (Part II) Petualangan Baru Dimulai

Suara pilot sudah memenuhi kabin penumpang, mengabarkan bahwa beberapa saat lagi burung besi yang ia kendalikan akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Ya, hijau memang, sejauh mata memandang dengan sudut pandang "Google Earth" dari jendela pesawat, tapi sayang, warna itu bukan berasal dari hutan alam yang katanya masih luas di pulau Sumatera, akan tetapi tanaman Kelapa Sawit (nama ilmiah Elaeis guineensis) yang berjajar rapi seperti barisan tentara siap menguras habis unsur hara dan air di dalam tanah. Panas terik, begitu kami menginjakkan kaki di tanah Sumatera. Saat itu areal bandara masih dalam tahap pembangunan, terlihat truk-truk dan pekerja berlalu-lalang sibuk bekerja ditengah hari. Keluar dari pintu kedatangan bandara kami sudah ditungu oleh tiga mobil double kabin dan sebuah minibus. Dua mobil yang kami tumpangi singgah terlebih dahulu di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pekanbaru, Riau. 
Trus yang dua lainnya? mereka ngantri minyak di SPBU dekat bandara. Solar di daerah ini memang sering mangalami keterlambatan pasokan, eh mungkin cuma di pulau Jawa aja ya yang pasokan BBM-nya lancar, telat dikit aja masyarakat uda pada protes sedemikian rupa. Menjelang shalat Jumat sekitar pukul 11.30, diskusi dengan pihak BKSDA Riau dimulai. Ada yang aneh dengan hal ini. Rapat kok jam segini baru dimulai, bukannya sudah mendekati waktu shalat Jumat? Ternyata diskusi hanya berlangsung sekitar 30 menit dan bukannya segera menuju masjid akan tetapi masih dilanjut ngobrol dengan pegawai BKSDA yang notabene banyak yang merupakan jebolan "Padepokan Rimbawan Bulaksumur". "Mas kok podo ora Jumatan to iki?", tanyaku kepada salah seorang pegawai. Kenapa saya bertanya pakai bahasa Jawa, karena menurut beberapa dosen dan saya, orang yang pernah kuliah di Yogyakarta apalagi di UGM dipanggil dengan sebutan "Mas/Mbak" dan wajib paham bahasa Jawa meskipun tidak bisa bicara dengan bahasa Jawa hehe.. "Woo dasar wong Jogja, kalo sini Jumatan mulainya jam 12.30 karena selisih waktu shalat sekitar 30 menit", jawab dia. Baru sadar saya, pantesan kok masih pada sibuk beraktifitas ketika jam 12.00. 
Tunggu dulu, 2 mobil lainnya belum kelihatan sampe shalat Jumat selesai, ternyata mereka sudah jalan duluan karena tidak tahu lokasi kantor BKSDA Pekanbaru. Alhasil mereka menunggu di tepi jalan lintas Sumatera dan tidak shalat Jumat hehe. Gak usah dibayangkan disepanjang jalan lintas sumatera sebagus dan serindang kebanyakan jalan di pulau Jawa. Di sepanjang jalur lintas ini yang terpampang adalah ruko-ruko bertingkat berjajar tidak beraturan, jarang dijumpai pohon peneduh sebagai jalur hijau, kendaraan yang dijumpai didominasi oleh truk besar pengangkut barang maupun truk tangki pengangkut minyak kelapa sawit. Mobil pribadi kebanyakan berjenis minibus jarang sekali dijumpai jenis sedan maupun citycar yang berukuran kecil (dan unyu katanya).Perjalanan dari kota Pekanbaru membutuhkan waktu sekitar enam jam menuju Duri. Hingga menjelang magrib kami masih berada di kompleks perkantoran PT. Cevron Pasific Indonesia (CPI), mendiskusikan program kerja bersama PT. CPI, dan pihak BKSDA Riau dengan mendengarkan pemaparan dari tim ahli dari Fakulatas Kehutanan UGM. Singgah di salah satu hotel di Pekanbaru karena apabila dilanjutkan perjalanan ke Duri maka tiba terlalu larut.
Keesokan hari perjalanan menuju kota Duri. Lagi-lagi dengan sudut pandang horizontal, kami disuguhkan kembali hamparan tanaman Kelapa Sawit dengan tinggi beragam mulai dari satu meter hingga yang sudah mencapai 8 meter dengan tandan buah siap panen. Miris, melihat hamparan kebun Sawit seluas mata memandang yang dulunya berupa hutan alam. Tak bisa dibayangkan berapa jumlah hewan dan pohon yang direbut habitatnya untuk menanam kelapa sawit yang bersifat rakus karena akan menyedot habis unsur hara dan air di dalam tanah. Bahkan di dalam masa produktifnya masih harus disuplai pupuk kimia. Seluruh tanaman yang tumbuh disekitarnya dianggap sebagai gulma sehingga wajib disiangi atau disemprot dengan herbisida. Seluruh hewan yang hidup di dalam kebun sawit dianggap hama dan wajib dikeluarkan, tak terkecuali hewan yang di dalam UU No. 5 tahun 1990 tergolong sebagai satwa liar yang dilindungi. Selintas kemudian kami memasuki sebuah area yang dulunya adalah rawa dan kini juga telah diubah menjadi kebun kelapa sawit. Hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja air yang menggenang di suatu rawa menjadi kering ketika ditanami kelapa sawit.
Masih menjumpai kendaraan diesel berderet mengantri minyak di SPBU kota Duri. Sebuah kota kecamatan dengan potensi minyak mentah melimpah yang telah dieksploitasi sejak tahun 1970-an hingga sekarang. Didominasi oleh penduduk yang bermata pencaharian sebagai pekerja di perusahaan kontraktor PT. CPI. Kantor kecamatan berada di seberang pulau terpisah dari pulau sumatera. Kota dengan deretan ruko dan penginapan yang terkesan semrawut karena sepertinya tidak ada penataan ruang yang baik.
Beberapa hari awal kami disibukkan dengan perijinan dan pelatihan oleh pihak PT. CPI terkait dengan pengenalan lokasi, prosedur keamanan kerja (safety work), pemaparan program kerja, dan beberapa hal lain terkait kegiatan selama satu bulan di Duri Field. Selama beberapa minggu kami melakukan pengambilan data satwa berupa harimau dan satwa mangsanya serta burung, dan data vegetasi. Total luas kawasan PT. CPI yang akan kami sisir sesuai jalur (transek) penelitian sekitar 100 km2. Area tersebut dibagi menjadi grid-grid kecil dengan luas 1 km2.
APD yang musti dipakai di lapangan, kliatan ribet ya ?
Time to work!! Pertama kali ke lapangan kami sempat merasa ribet dengan segala Alat Pengaman Diri (APD). Helm, sarung tangan, sepatu boot (dengan berat 3 kg), beenet (pelindung lebah), kacamata, masker, topeng, detektor H2S, parang, serta senjata api bagi Polisi Hutan yang mendampingi masing-masing kelompok. Setiap hari masing-masing team akan menyusur kawasan sejauh 5 kilometer untuk pengamatan di Duri Field Area PT. CPI.

To be continued....

Cara Memakai Aplikasi PayTren

Cara pendaftaran mitra PayTren | Bagaimana cara memakai aplikasi PayTren ? | Pakai Aplikasi PayTren

Cara memakai aplikasi PayTren sangat mudah :

Pilih jenis paket lisensi aplikasi PayTren. Ada dua pilihan yaitu Basic dan Titanium. Silakan sesuaikan dengan kebutuhan dan target anda ke depan. Paket yang sangat kami sarankan adalah Paket Lisensi Titanium, kenapa? Ibarat mengumpulkan hujan dari langit tentu yang memiliki ember dengan ukuran lebih besar dan banyak akan lebih banyak menampung air hujan dibandingkan yang hanya memiliki satu buah ember ukuran kecil.

http://leadersuksespaytren.com/onlinesyariah
http://leadersuksespaytren.com/onlinesyariah

http://leadersuksespaytren.com/onlinesyariah

http://leadersuksespaytren.com/onlinesyariah

Download dan install aplikasi Paytren melaui Google Playstore atau Apple Store
Setelah download kemudian jalankan aplikasi PayTren dan masuk ke dalam menu Register

    http://leadersuksespaytren.com/onlinesyariah

    Selanjutnya anda akan diminta memasukkan 12 Digit Serial Aktivasi (Activate Serial), silakan menghubungi saya untuk mendapatkan nomor serial aktivasi tersebut.

    Setelah memperoleh nomor serial aktivasi selanjutnya ada dapat menggunakan aplikasi PayTren untuk kebutuhan bayar-bayar anda, mudah bukan ... :)


    Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang pemakaian aplikasi PayTren, silahkan menghubungi saya di Nomor :
    SMS/TELP : 085647027845 (WA, Telegram)
    PIN BB : D66E21FA

    *pic source: paytren(dot)online

    Bisnis Syariah Ala Ustadz Yusuf Mansur

    Bisnis Ustadz Yusuf Mansur | Bisnis Syariah | PayTren | Apa itu PayTren | Bisnis Treni | Pulsa Syariah | emiracle | paytrenv


    Veritra Sentosa International (VSI) merupakan salah satu perusahaan dimana Ustadz Yusuf Mansur menjadi founder perusahaan ini. Perusahaan ini bergerak di bidang transaksi pembayaran dan pembelian secara online (Online Payment). PayTren (dulu bernama VeritraPay (V-PAY)) merupakan aplikasi Personal Online Payment dimana setiap mitra yang terverifikasi dapat melakukan pembayaran-pembayaran berupa:

    A. Pembayaran Kebutuhan
    1. Tagihan Bulanan (Listrik, Jastel, Finance/KKB, PDAM, TV Berbayar, Internet, Asuransi, Kartu Kredit, Bayar BPJS, PDAM, TELKOM, SPEEDY, PLN Pasca, INDOVISION, BIG TV, INNOVATE TV, OKEVISION, TELKOMVISION, TRANSVISION, TOP TV, TV NEXMEDIA, YES TV, dll)*
    2. Kebutuhan Berkala (Pengisian Pulsa, top up Smart Card seperti ; BCA Flash, E-Toll Card, dll)*
    3. Voucher Game Online
    4. Kredit Perbankan (FIF, BAF, MAF, WOM, MCF)
    5. DOKU, Belanjaqu, Sedekah, Merchant, Asuransi FINTREN, eBook
    6. LifeStyle (tiket konser, tiket nonton)**
    7. Tiket Perjalanan (tiket kereta, tiket bus, tiket travel, tiket pesawat, dll)**
    8. Keagamaan (zizwaf, infaq, dll)**
    9. Pendidikan (spp, pendaftaran kuliah, dll)**
    10. Pajak (BPHTB, PBB, dll)**
    B. Rekan (Rekening Antara / escrow)**
    C. Media Jual Beli Online (WebStore)**
    D. Tausyiah-tausyiah dari Ustad Yusuf Mansur


    Saya pribadi langsung tertarik untuk bergabung dalam bisnis ini ketika Ustadz YM memaparkan salah satu program bisnis Online Payment berjamaah ini di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2013 lalu. Berawal dari keinginan kuat untuk mengembalikan sektor bisnis di Indonesia ke tangan bangsa sendiri, ya, ke tangan kita bukan di tangan orang asing yang tinggal di negaranya tapi menguasai sendi-sendi bisnis di negara kita.

    Sistem yang digunakan dalam bisnis Online Payment Ustadz YM ini adalah MLM (Multi Level Marketing). Eitss tunggu dulu, mungkin anda langsung berfikir bisnis berjamaah ini sama halnya dengan bisnis MLM yang lain. Bukan Ustadz YM namanya kalau tidak bertujuan untuk kemaslahatan bersama umat Islam khususnya dan bangsa kita pada umumnya. Baik, berikut ini adalah beberapa keunggulan sistem bisnis Online Payment Ustadz YM :
    1. Lima pilar yang digunakan dalam bisnis Ustadz YM yaitu : | MLT : Multi Level Tahajud | MLD : Multi Level Dhuha | MLS : Multi Level Sedekah | MLFidz : Multi Level Tahfidz | dan pointnya MLA : Multi Level Amal. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi dan uang saja, PayTren juga menawarkan pahala amal shalih yang terus mengalir. Bisnis Online Payment lain? kagak tau dah...
    2. Seluruh pengelola PayTren ini adalah bangsa kita sendiri.
    3. Keuntungan yang diperoleh diperuntukkan bagi pengembangan Ponpes Daarul Qur’an, Kegiatan para santri penghafal Al Qur’an dan kegiatan lain di bawah pengawasan Ustadz YM. Bisnis Online Payment lain ? Ga jaminan halal haram peruntukkannya...
    4. Seluruh transaksi PayTren yang dilakukan baik untuk pribadi (mis. beli pulsa sendiri) maupun untuk orang lain, kita akan mendapatkan cash back pada setiap transaksi. Besaran cashback dapat dilihat di sini. Bisnis Online Payment lain? gak ada cashback transaksinya sama sekali, paling cuma dapet ucapan terima kasih atas transaksi yang dilakukan, hehe..
    5. PayTren dapat digunakan oleh semua jenis dan merek smatphone, android mupun iOS.
    6. Dengan PayTren Anda tidak perlu lagi keluar rumah untuk melakukan pembayaran-pembayaran. Semua layanan yang memanjakan Anda ini dapat dinikmati secara online dengan mudah, cepat, nyaman, aman dan murah. Hal ini membuat waktu anda tidak terbuang percuma untuk mengantri.
    7. Dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun anda berada selama masih tercakup jaringan seluler operator komunikasi yang anda gunakan.
    8. Masih banyak lagi keunggulan sistem Online Payment ini.


    Tunggu apalagi segera pakai applikasi PayTren, download di Google Playstore atau Apple Store untuk kebebasan finansial sekaligus turut serta menjalankan bisnis untuk bangsa sendiri. Cara menggunakan aplikasi Paytren klik link di bawah ini :


    Berbisnis bersama Ustadz Yusuf Mansur dan jamaah lainnya, InsyaAllah Rejeki Dapet, Berkah pun Dapet




    BENEFIT MITRA PEBISNIS 

    1.  Komisi/Samsarah Penjualan Langsung (referral)
    Perusahaan akan memberikan komisi penjualan langsung kepada mitra pebisnis (ANDA) yang berhasil menjual langsung paket lisensi PayTren sebesar Rp75.000,00 per HU (hak usaha) terdiri atas 60% tunai dan 40% deposit (lihat Gambar).

     


    2.  Komisi/Ujrah Leadership
    Perusahaan akan memberikan komisi Leadership  sebesar Rp25.000,00*) yang terdiri atas 60% tunai dan  40% deposit setiap terbentuk/bertumbuh 1 (satu) mitra pebisnis pada masing masing grup komunitas pebisnis langsung dari ANDA ( grup kiri dan grup kanan jika digambarkan dalam struktur organisasi/jaringan)


     


    3. PROMO Komisi/Ujrah Pengembangan Penjualan Langsung

    Perusahaan akan memberikan komisi pengembangan penjualan sebesar Rp2.000,00 per lisensi, apabila mitra pebisnis yang ANDA refferensikan (maksimum 10 turunan/generasi) membeli lebih dari satu lisensi atau berhasil menjual  paket PayTren (berapapun lisensinya) 


     

     *) dihitung berdasarkan index untuk menjaga maksimal payout sebesar 40% sesuai permendag no. 32 Tahun 2008. Maksimum pertumbuhan masing masing grup komunitas (kiri dan kanan) yang dihitung perhari adalah 12 mitra pebisnis


    4.  Komisi/Ujrah Pengembangan Komunitas
    Perusahaan  memberikan komisi pengembangan komunitas sebesar Rp 1.000,-  untuk setiap Mitra Pebisnis yang ANDA refferensikan  (maksimal 10 turunan/generasi) berhasil mendapatkan komisi leadership


     



    5.   Cashback Transaksi
    Perusahaan membagikan  cashback dari setiap transaksi pribadi dan transaksi komunitas Anda dengan besaran dalam bentuk prosentase dari fee yang diperoleh dari setiap biller/merchant/bank yang bekerjasama dengan perusahaan dengan syarat dimana Anda wajib melakukan transaksi minimal 1x trx/bulan. Yang dimaksud dengan komunitas Anda disini adalah mitra pengguna dan mitra pebisnis yang Anda refferensikan hingga maksimal 10 turunan/generasi dengan sistim pass up/compress (contoh: jika ada turunan ke 3 tidak melakukan tranksaksi maka turunan ke 4 akan dihitung sebagai turunan ke 3, dst hingga maksimal 10 turunan)
    Cashback dihitung perhari  dari tanggal 1 sampai tanggal 30/31 dan dibayarkan tanggal 15 setiap bulannya. Contoh perhitungan prosentasi cashback silahkan lihat di http://www.paytren.co.id/tabel-cashback-tagihan/

     

    6.  Bimbingan Pengembangan Bisnis Seumur Hidup
    Ini salah satu yang keunggulan PaytTren lainnya, PayTren menyediakan bimbingan pemakaian aplikasi PayTren sekaligus bimbingan pengembangan bisnisnya berlaku selamanya. Jadi tidak perlu khawatir menjalani bisnis PayTren karena akan dipandu oleh tim dan leader PayTren berpengalaman melaui grup whatsapp maupun pertemuan tatap muka secara langsung.


    PROMO UJRAH/HADIAH/REWARD
    Promo ini berlaku bagi mitra PayTren dimana 2 (dua) group/komunitas pebisnis yang terbentuk langsung dalam struktur organisasi/jaringan ANDA (grup kiri dan grup kanan) masing masing mencapai target omset yang ditentukan perusahaan. Pengertian Ujrah menurut Hendro Wibowo, dkk (2008) kurang lebih adalah  Setiap harta yang diberikan sebagai kompensasi atas pekerjaan yang dikerjakan manusia yang memiliki nilai harta (maal) atau sesuatu yang dapat dimanfaatkan” Selama tahun 2013 sampai dengan 2014, perusahaan mengalami pembayaran yang lebih banyak dari semestinya (overpay), dan berdasarkan anjuran dari APLI serta evaluasi yang dilakukan, maka perusahaan menetapkan promo yang menjunjung tinggi keseimbangan antara perusahaan dan mitra PayTren dan diharapkan berdampak positif/sehat untuk keberlangsungan perusahaan.





    Pakai Aplikasi PayTren
    Klik Di Sini


    Selamat bergabung dengan jamaah mitra PayTren di seluruh dunia, sukses berjamaah adalah tujuan dari didirikannya Paytren.
    Wassalam

    Hikmah dari Satu-satunya Sumber Cahaya


    Suatu waktu di bulan Ramadhan 1434 H, daerah tempat tinggal saya mungkin bisa dibilang sekitar satu kelurahan mendadak mati lampu. Mungkin biasa ya kalo cuma mati lampu, tapi yg membuat agak ganjil, waktu terjadinya pada pukul 04.00 dini hari di saat waktu santap sahur keluarga Saya belum selesai. "Alhamdulillah, mati lampu jadi ga tau waktu imsak deh!!", celetuk adik saat itu. Seketika itu juga Saya pun menuju rak di belakang meja makan, tempat biasanya bapak meletakkan hapenya. Hape ketemu kemudian ibu bergegas menuju lemari tempat menyimpan lilin dan korek api. Secepat kilat membelah langit utara, seketika itu juga ruangan menjadi terang meskipun tak seterang lampu tetapi mampu memperlihatkan sisa makan sahur yang masih harus dihabiskan pada keempat piring yang ada.
    Kita lupakan prosesi sahur yang kala itu memang sedikit nikmat karena Ibu memasak masakan kesukaan Saya,,hehe. Serangga yang terbang mengitari cahaya yang dipendarkan oleh lilin itu tiba-tiba menarik perhatian sepasang mata Saya. Mata Saya aja sih, pasangan mata yang lain masih tertuju pada santapan sahur. Kalo ada serangga yang peka terhadap cahaya atau bisa dibilang suka terhadap cahaya, apakah mungkin ada serangga yang tidak peka atau bahkan benci terhadap cahaya. Sejauh pengetahuan saya sih biasanya memang ada serangga yang suka dan tidak suka cahaya.
    Di coretan ini Saya ingin menganalogikan sifat serangga tersebut dengan manusia. Dalam tulisan ini yang dimaksud cahaya adalah kebaikan dan kegelapan adalah keburukan. Ada sebagian manusia yang apabila melihat suatu perbuatan baik dilakukan maka mereka akan serta merta mendukungnya bahkan tak segan untuk ikut melakukannya. Ada pula yang apabila kebikan itu ditampakkan di kehidupan sehari-hai maka mereka seolah-olah menutup mata tak acuh bahkan menghalang-halangi kebaikan itu menyebar. Sebagai contoh secara universal adalah perilaku keseharian Rasulullah SAW yang dapat kita ketahui dari berbagai media saat ini. Misal yang paling sederhana adalah raut wajah yang terlihat selalu menyenangkan bagi siapa saja yang bertemu dengan beliau. Raut wajah yang teduh tersebut barang tentu ingin dimiliki oleh setiap orang yang menginginkannya (ingat ada juga sebagian orang yang tidak menginginkannya). Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW di dalam mengajarkan kebaikan agama Islam. Memang terkadang diperlukan perjuangan untuk memerangi kebatilan akan tetapi jauh lebih penting adalah "Kebatilan akan sirna dengan sendirinya ketika cahaya kebaikan ditampakkan di kehidupan ini." Laksana cahaya yang terpancar dari sebatang lilin yang mampu menerangi makanan yang hendak menuju ke mulut Kami saat itu.
    Dan cerita ini saya akhiri pada momen lutut terbentur dipan kasur saat memasuki kamar hendak meraba-raba letak baju koko dan sarung di waktu subuh yang selalu mulia itu.
    Semoga bermanfaat :)

    Tiger Survey Team (Part 1) Bismillah...

    Tanggal 12 April 2013, tidak seperti biasanya, hujan mengguyur Kota Yogyakarta pagi buta itu. Selepas shalat subuh, tumpukan pakaian dan perlengkapan diri yang telah tersusun rapi di dalam tas carrier merah berkapasitas 75 Liter, Saya letakkan di depan pintu. Rencana malam sebelumnya, berangkat ke bandara naik motor membonceng salah satu teman akan tetapi sejak pukul 03.00 dini hari hujan mulai mengguyur dan cukup deras memang. Perjalananpun terpaksa menggunakan taksi yang biasa nge-tem setiap malam di dekat rumah. Sambil terkantuk-kantuk, sopir taksi segera menyalakan mesin mobilnya tancap gas 100 meter menuju depan rumah, begitu kata teman saya yang membangunkan pak sopir itu dari lelapnya. “Sudah 12 tahun mas saya menjadi sopir”, begitu kata beliau sambil mengemudikan mobilnya menerobos hujan. Sepanjang perjalanan beliau menceritakan suka duka pekerjaannya sebagai sopir taksi. Sesekali terkaget saat pengendara motor nyelonong begitu saja di depan mobilnya. Rerata kecepatan 60 km/jam perjalanan kami terasa pelan sekali, padahal saat itu jam digital di taksi sudah menunjukkan pukul 05.10 ketika taksi terhenti di lampu merah sebelah selatan Universitas Sanata Dharma.
    Oh iya, pagi itu Saya akan berangkat menuju Riau. Di sana saya akan melakukan penelitian bersama delapan orang kawan, tujuh diantaranya senior, seorang lagi adik angkatan dan didampingi oleh seorang dosen yaitu Pak Subeno. Penelitian ini seperti agak seram kedengarannya, ya memang, Harimau (Panthera tigris sumatrae) si raja hutan ini akan menjadi obyek penelitian utama selama lebih dari sebulan Kami berada di Riau, tepatnya Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Duri, wilayah kerja operasi PT Cevron Pasific Indonesia.
    Sejak H-7 dari pemberangkatan Tiger Team (Kami menyebut diri seperti itu biar keren) ini di berikan instruksi terkait dengan jobdesk yang harus dilakukan dengan sedikit bumbu pengalaman beberapa dosen dan senior mengenai perjumpaan maupun penelitian harimau mereka. H-3 Tiger Team mendata seluruh perlengkapan yang diperlukan ketika di lokasi penelitian. Mulai dari alat pengaman diri (Safety helmet, baju lapangan, google keren, dan safety shoes), topeng berbentuk wajah orang suku Indian, perlengkapan tulis dan pengambilan data, P3K, tallysheet, dan tak lupa pula majalah National Geographic yang akhirnya nanti hanya dibuka sekilas kemudian ditumpuk lagi di kamar 206.
    “Mas dmn? sdh dtggu nih”, pesan singkat yang dikirim Irwan saat taksi masih berada di depan Hugo’s Cafe. Tepat pukul 05.20 taksi sudah sempurna berada di lobby bandara. Ternyata sepagi itu meskipun hujan cukup deras turun sejak dini hari tadi, bandara Adi Sucipto Yogyakarta sudah ramai oleh calon penumpang jadwal penerbangan pertama hari itu. Setelah selesai check-in di counter maskapai ternyata Kami overload barang bawaan seberat 90 kilogram. “Ada kegiatan apa mas di Riau kok banyak banget barangnya?”, tanya petugas counter heran sambil penglihatanya menyapu seluruh kardus yang berjumlah 29 buah plus tas-tas gede kami. Entah apa jawaban dari mas Enggar yang menyaut pertanyaan itu yang jelas kedengarannya cukup membuat penasaran karena sambil berbisik sambil tertawa saat memesan seat di dalam kabin, saya sibuk memindahkan kardus satu per satu dari trolley ke atas timbangan yang ada.
    Sesaat sebelum jam keberangkatan hujan mulai reda dan sinar matahari sempurna membentuk siluet pesawat maskapai kebanggan bangsa Indonesia, Garuda Indonesia Airlines (GIA), gagah, yang terparkir tepat di depan menghadap ruang tunggu penumpang bandara.
    Seperti biasa, pagi masih menjadi potongan hari yang paling saya suka
    Sesaat kemudian pengeras ruangan yang terdapat di ruang tunggu meneruskan informasi dari petugas kepada penumpang GIA tujuan Pekanbaru untuk segera bersiap di gate keberangkatan. Sesuai instruksi dari petugas penjaga gate Kamipun segera menuju tangga bantuan untuk masuk ke dalam pesawat. Dan pijakan terakhir saat itu di tanah Jawa menuju ke tanah seberang masih di negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bismillah...

    Think Dinar ! Silent Is GOLD

    Beberapa fakta yang terjadi:

    1. IMF (Dana Moneter Internasional) melarang Indonesia untuk mengkaitkan nilai tukar mata uang kita dengan emas. Indonesia hanya boleh mengaitkan nilai tukar Rupiahnya dengan US Dollar.

    Hal ini jelas sangat merugikan bagi negara kita yang memiliki tambang emas yang seharusnya bisa meningkatkan nilai negara kita dimata perekonomian global.

    2. Sebagai anggota IMF, Indonesia harus melaporkan segala aktivitas yang terkait dengan emas, seperti cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral dan bank atau lembaga keuangan lainnya, produksi emas, serta ekspor dan impor emas (Article VIII, Section 5.a) (Sumber: buku Think Dinar!)

    Ada apa dengan ini semua? Kalau kita cermati, ini adalah bukti negara-negara besar seperti Amerika Serikat tidak ingin negara-negara pemilik sumber emas memiliki power, karena limpahan emas yang ada di negerinya. Mereka ingin tetap mengontrol dan mengeruk sumber-sumber emas kita dan menyimpannya di berangkas mereka. Buktinya simpanan emas Amerika Serikat mencapai lebih dari 8000 ton (bandingkan dengan Indonesia yang notabene negeri di mana ladang-ladang emas berada, hanya memiliki cadangan emas sekitar 73 ton!).

    Melihat fakta ini, sebagai rakyat apa yang seharusnya kita lakukan? Tentu kita harus membalas ketidakadilan mereka dengan cerdik. Mereka memang bisa memonitor kepemilikan emas pemerintah atau bank-bank di negeri ini, tetapi mereka tidak akan mampu mendeteksi seberapa besar jumlah emas yang dimiliki rakyat Indonesia.

    Kalau suatu saat sistem ekonomi kapitalis ambruk (tanda-tandanya sudah mulai terlihat), dan negara-negara penimbun emas (Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa) masih bisa survive lantaran simpanan emasnya, bagaimana dengan Indonesia? Masih cukupkah hanya dengan mengandalkan 73 ton emas simpanannya?

    Sebagai rakyat yang mencintai negeri ini, dan tentunya yang membenci ketidakadilan ekonomi, kita harus mulai mempraktikkan “Silent is Gold = Diam itu emas”, maksudnya secara diam-diam kita turut juga menyimpan emas, sebanyak kemampuan kita untuk menyimpannya. Meskipun menyimpannya sedikit demi sedikit, gram per gram, itu tidak menjadi masalah, karena ini menjadi bukti kecintaan kita kepada negeri ini. Karena emas diyakini sanggup menjadi pertahanan terakhir kita untuk mengamankan masa depan anak cucu kita.

    Jika saja, dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, separuhnya saja (sekitar 130 juta penduduk) melakukan hal yang sama, menabung sedikit demi sedikit uang hasil keringatnya dan kemudian dibelikan emas (ingat kalau bisa emas murni 24 karat, bukan dalam bentuk perhiasan) dan melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan negara-negara barat, niscaya kita akan membantu keberlangsungan bangsa ini.

    Jika dari 130 juta penduduk, masing-masingnya sanggup menyimpan 1 gram emas per tahun, maka hanya dalam kurun waktu 1 tahun, emas sudah berpindah ke negeri ini sebesar 130 ton (hampir 2 kali lipat cadangan emas yang dimiliki pemerintah Indonesia)! Jika terus berkelanjutan, dalam kurun waktu hanya 5 tahun, cadangan emas di negeri ini sanggup menembus angka 650 ton!

    Bagaimana kalau semua berlanjut hingga 10 atau 15 tahun, niscaya, kemandirian suatu bangsa bukan lagi angan-angan tetapi sesuatu yang bakal terwujud tidak lama lagi. Insya Alloh.

    Sumber : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=14070091

    Kode Etik Rimbawan Indonesia

    Hutan merupakan anugerah Allah SWT sebagai salah satu sumber daya alam memiliki beragam fungsi dan manfaat yang telah digunakan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Hutan berwujud sebagai sumber kekayaan alam yang serbaguna sebagai sistem penyangga kehidupan di bumi. Pemanfaatan hutan sebagai pemenuh kebutuhan manusia selama ini tampaknya masih jauh dari prinsip kelestarian yang sebenarnya telah mulai muncul dan diterapkan sejak zaman Belanda ketika mengelola hutan Jati di Jawa.

    Prinsip kelestarian dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan yang diharapkan dapat mewujudkan apa yang selama ini disebut memanfaatkan hutan secara lestari. Rimbawan yang selama ini diharapkan menjadi penjaga keberadaan hutan, saat ini dikeroyok oleh berbagai macam kepentingan yang tentunya beragam pula tujuannya. Selain itu rimbawan saat ini dihadapkan pada kondisi hutan yang telah menurun baik kualitas dan kuantitasnya itu menuntut tanggungjawab dan kerja keras rimbawan untuk menghadapinya.

    Rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan dan atau pengalaman di bidang kehutanan dan terikat oleh norma-norma sebagai berikut (Kode Etik Rimbawan):

    1.      Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    2.    Menempatkan hutan alam sebagai bagian dari upaya mewujudkan martabat dan integritas bangsa di tengah bangsa-bangsa lain sepanjang jaman.

    3.      Menghargai dan melindungi nilai-nilai kemajemukan sumberdaya hutan dan sosial budaya setempat.

    4.     Bersikap obyektif dalam melaksanakan segenap aspek kelestarian fungsi ekonomi, ekologi dan sosial hutan secara seimbang dimanapun dan kapanpun bekerja dan berdarma bakti.

    5.      Menguasai, meningkatkan, mengembangkan, mengamalkan ilmu dan teknologi berwawasan lingkungan dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan hutan dan kehutanan.

    6.  Menjadi pelopor dalam setiap upaya pendidikan dan penyelematan lingkungan dimanapun dan kapanpun rimbawan berada.

    7.   Berprilaku jujur, bersahaja, terbuka, komunikatif, bertanggung gugat, demokratis, adil, ikhlas dan mampu bekerjasama dengan semua pihak sebagai upaya dalam mengemban profesinya.

    8.   Bersikap tegar, teguh dan konsisten dalam melaksanakan segenap bidang gerak yang diembannya, serta memiliki kepekaan, proaktif, tanggap, dinamis dan adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya baik di tingkat lokal, nasional, regional, dan global.

    9.   Mendahulukan kepentingan tugas rimbawan dan kepentingan umum (publik interest) saat ini dan generasi yang akan datang, di atas kepentingan-kepentingan lain.

    10.  Menjunjung tinggi dan memelihara jiwa korsa rimbawan.

    sumber : http://www.dephut.go.id/INFORMASI/INTAG/deklarasi_cangkuang.htm

    Semoga rimbawan Indonesia menjadikan hutan sebagai lahan pengabdiannya mulai dari sekarang hingga masa yang akan datang.

    Semoga bermanfaat :)
    Newer Posts Older Posts Home

     

    Followers

     

    Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger