Quantum Changing


“Semua orang menginginkan perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik secara cepat, akan tetapi kebanyakan dari mereka menempuh jalan yang “biasa” (Ust. Yusuf Mansur)

     Hari ini Sabtu 4 Agustus 2012 Universitas Teknologi Yogyakarta memperingati Dies Natalis dengan mengadakan tabligh akbar bersama ustadz Yusuf Mansur. Prediksi jamaah yang hadir oleh panitia adalah 3000 orang akan tetapi Subhanallah jamaah yang hadir lebih dari 5000 orang. Alhamdulillah hikmah datang ke majelis ilmu lebih awal salah satunya saya masih kebagian takjil buka puasa hehehe...

     Materi tausiah yang disampaikan oleh Ust. Yusuf Mansur pada kesempatan itu adalah mengenai “Quantum Changing” yaitu dapat diterjemahkan kurang lebih “perubahan yang sangat cepat”. Perubahan apa? Perubahan kehidupan ke arah yang lebih baik tentunya. Kehidupan manusia memang tak lepas dari pasang surut, kadang naik kadang turun. Grafik kehidupan yang meningkat dari hari ke hari memang menjadi impian setiap orang. Kemarin masih menjadi seorang pelajar SMA, hari ini menjadi mahasiswa, esok setelah lulus berharap memperoleh/membuka lapangan pekerjaan yang memberikan jaminan materi untuk hidup, kemudian memiliki istri anak, teruuusss aja naik grafiknya. Nah, yang menjadi sorotan dalam hal ini adalah cara atau metode yang dipake selama perjalanan kehidupan.

     Metode “biasa” dan metode “quantum”. Saya sebut begitu dari tausiah yang disampaikan ustadz tadi. Perbedaan mendasar antara dua metode ini adalah ada tidaknya ketelibatan Allah di dalamnya. Nah kalo udah ngomongin keterlibatan Allah, saya suka bahasan ini. Berbicara tentang metode “biasa”, Allah pemilik segala sesuatu, penentu segala keputusan, pengatur segalanya yang ada di alam semesta, kok bisa-bisanya tidak dilibatkan dalam segala aspek kehidupan? Sunnatullah memang berlaku kepada semua manusia baik yang menggunakan metode “biasa” maupun “quantum”. Sunnatullah bahwa semua yang bekerja keras maka ia akan memperoleh apa yang telah ia perjuangkan berlaku bagi kita semua. Hal ini juga berlaku di metode “quantum”, akan tetapi ada keterlibatan Allah SWT di dalamnya, ini yang menjadikan luar biasa.

     Ada tiga langkah yang disampaikan oleh ustadz terkait dengan metode quantum :
1. Niatkan seluruh perubahan karena  Allah. Contoh, misalnya, saya sekarang masih berstatus mahasiswa yang sudah di ujung tanduk alias mau lulus (minta doanya semoga wisuda dibulan November 2012 ini :) tentu punya keinginan untuk diterima kerja di tempat yang terbaik. Selain itu saya juga minta ke Allah agar diberi gaji yang lebih, karena dalam permintaan ini saya niatkan sebagian gaji saya untuk sedekah ke anak-anak yatim. Intinya sisipkan nilai-nilai ibadah di dalam setiap keinginan kita
2. Jalani dengan cara Allah dengan beribadah dan doa. Ibadah shalat wajib terus kita perbaiki kualitasnya, disusul dengan ibadah-ibadah sunnah shalat rawatib, shalat dhuha, tahajjud, puasa sunnah, ddl kita geber semaksimal mungkin.
 3. Lakukan perubahan itu untuk Allah. Apabila langkah 1 dan 2 telah dijalani tapi tanpa langkah yang ketiga ini, jangan salahkan Allah ketikan Ia mengambil kembali apa yang telah kita dapat.

     Itulah intisari dari tausiah ustadz tadi pagi. Seperti biasa seusai tausiah ustadz kembali menawarkan kepada jamaah untuk bersedekan. Kali ini sedekah ditujukan untuk pembangunan masjid kampus UTY dan perluasan Masjid Nurul Asri Deresan yang merupakan pusat Rumah Tahfidz PPPA di Yogyakarta. Subhanallah sepanjang saya berada di majelis tadi nominal sedekah yang saya ketahui adalah ada seorang jamaah yang menyedekahkan mobilnya. Tidak tanggung-tanggung, mobil baru yang disedekahkan yaitu mobil tahun 2012, Subhanallah.
Semoga bermanfaat :)

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

About Me

Investment and Wealth Protection

Chat Me

 Status YM

 

Followers

Investasi Pohon

Total Pageviews

Visitors

Translate This Page

Wisata Hati Business School

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger