Ingin Masuk Fakultas Kedokteran Umum? Hubungi saya!


     Cerita ini berawal ketika saya mengantarkan sepupu untuk mengikuti test masuk salah satu perguruan tinggi swasta dan fakultas yang menjadi pilihan adalah fakultas kedokteran. Pukul 07.30 test pun dimulai, sepupu saya masuk ke dalam ruangan yang telah disediakan. Singkat cerita, ketika sedang ngobrol dengan pakdhe (orang tua sepupu) datanglah seorang bapak (sebut saja Pak Karto) yang langsung menyapa pakdhe, "Selamat pagi Pak, dari mana?", sapa orang itu. Setelah ba bi bu ngobrol mengenai tempat tinggal.
     Sejurus kemudian Pak Karto menawarkan untuk masuk Fakultas Kedokteran Umum di salah satu PT swasta luar Jawa. Brosur dari universitas yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa pun dikeluarkan. Memang di dalam brosur tersebut berisi informasi mengenai beberapa fakultas lain yang ada di universitas tersebut, akan tetapi penekanan dan iming-iming terhadap fakultas kedokteran umum sangat menonjol, ibarat kata layaknya iklan2 produk di televisi. Anda menginginkan ini maka harus itu dan itu bisa lebih murah jika melalui saya. Yah, kurang lebih seperti itulah makna yang dapat saya tangkap dari isi pembicaraan dan brosur yang diberikan. Ah, namanya juga Pak Karto.
     Keberadaan Allah diabaikan bahkan tidak dilirik sedikitpun dalam konteks ini. Banyak orang yang rela melakukan apapun untuk mencapai apa yang diinginkan di dunia ini. Memang pekerja keras dan pantang menyerah sangat dianjurkan di dalam kehidupan, tapi apalah artinya ketika Sang Pemilik dunia, Sang Pengambil keputusan akhir tidak dilibatkan. Sunatullah memang berlaku bagi seluruh umat manusia bahwa besar hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan seberapa keras ia bekerja. Ya memang banyak orang yang dalam kesehariannya hiasan ibadahnya masih minim tapi toh mereka sukses, mereka mampu melakukan dan memperoleh hal yang mereka inginkan. 
     Nah, apalagi kalo ijin dan melibatkan Allah Sang Pemilik dunia di dalamnya, entah kejutan besar apa yang diberikan kepada orang yang ijin terlebih dahulu kepada Sang Pemilik Dunia ketika ingin melakukan kegiatan apapun. Ibarat orang asing masuk ke lantai 3 rumah kita tapi nyelonong begitu saja tanpa ijin terlebih dahulu, ada dua kemungkinan yaitu langsung diusir dipanggilkan satpam bahkan diteriakin maling atau tetap dibiarkan masuk dan ditanya apa keperluannya. Kalo kebanyakan manusia akan menanggapi hal diatas dengan opsi pertama yaitu mengusirnya, akan tetapi Allah lain, Allah akan tetap menepati janji bahwa siapa yang bekerja keras di dunia maka ia akan memperoleh hasilnya. Entah dia melibatkan Allah atau tidak dalam dunianya. Nikmat mana lagi yang Kita dustakan, Subhanallah.

1 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger