Gak Usah Pake Plastik Ya…..

Plastik…plastik…plastik… benda ini selalu ada di setiap tempat, di mana Kita memalingkan pandangan di situ Kita sering menjumpai benda yang satu ini. Tampaknya hampir setiap benda yang Kita gunakan dulunya bukan berbahan dasar plastik, sekarang telah digeser oleh keberadaan benda berbahan dasar plastik.

Seperti yang Kita ketahui, plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai secara alami, meskipun Kita mengetahui hal tersebut tetapi Kita belum sadar bahwa setiap sampah benda yang terbuat dari plastik terus bertambah seiring dengan kebutuhan manusia akan benda praktis ini. Alhasil, sekarang baik di TPA maupun TPS rumah tangga didominasi oleh benda berbahan dasar plastik. Penanganan sampah plastik telah dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari membakarnya begitu saja (tentu menambah emisi karbon di udara), mendaur ulang plastik menjadi plastik baru kembali (Recycle) hingga menjadikan sampah plastik untuk dibuat benda-benda unik, seperti tas misalnya, agar dapat digunakan kembali (Reuse). Apapun kreatifitas usaha masing-masing pihak untuk mengelola sampah plastik tentu harus memperoleh dukungan baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk menghargai hasil kreatifitas mereka.

Usaha pengolahan sampah di atas kurang “menggigit” dampaknya untuk lingkungan apabila tidak didukung oleh masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik. Nah, berikut ini ada beberapa tindakan yang dapat Kita lakukan untuk mengurangi pemakaian plastik sehari-hari :

1. Berbelanja di supermarket menggunakan tas (ransel, jinjing) sendiri. Bagi Anda yang sering berbelanja entah itu di supermarket atau pasar tradisional, coba hitung berapa banyak plastik yang menumpuk di rumah setelah digunakan untuk membungkus belanjaan. Mulai sekarang Kita tak perlu meminta plastik dari penjual, Kita masukkan saja ke dalam tas yang telah dibawa dari rumah, katakan kepada penjual/kasir “Gak usah pakai plastik ya…” Apabila tindakan dan perkataan Anda ini didengar oleh orang lain yang berada di sekitar Anda maka mereka akan sedikit berfikir karena ini tindakan yang tidak lazim, dan Anda dapat menjadi pelopor menghemat plastik..hebat bukan :)

2. Menggunakan kembali plastik yang digunakan untuk berbelanja sebelumnya. Plastik yang mungkin menumpuk di dapur atau gudang dapat digunakan kembali ketika berbelanja di pasar atau supermarket.

3. Makan di tempat. Bagi Anda yang lebih memilih untuk membeli makanan di luar, mulailah memakan makanan Anda di tempat, tidak usah dibawa pulang karena akan memerlukan beberapa plastik untuk mengemas makanan Anda, selain itu makan di luar juga lebih baik untuk refreshing memperoleh suasana baru yang lebih asyik sambil ngobrol dengan teman atau keluarga dibandingkan di rumah atau kantor.

4. Memisahkan sampah menurut jenisnya. Anda dapat mulai memisahkan sampah yang dibuang seperti sampah organik (sayuran, makanan basi, dll), sampah plastik (botol plastik, plastik kemasan, dll), lain-lain (kaleng, kaca, dll). Ajaklah teman atau tetangga di sekitar Anda untuk tindakan ini. Tindakan ini bertujuan agar mempermudah pemilihan dan pengolahan sampah di TPA, selain itu sampah botol plastik atau kaca dan beberapa benda lain dapat dikumpulkan di suatu tempat disekitar tempat tinggal bersama-sama tetangga Anda untuk dijual kembali ke pengepul sampah, mengahasilkan uang kan…. dibandingkan hanya dibuang begitu saja.

5. Membuang sampah di tempatnya. Hal sepele memang, tapi sering kali Kita mengabaikan tindakan ini. Sediakan tempat sampah di sudut yang sekiranya mudah dilihat dan sekiranya membuat Anda tidak malas untuk mencapainya.

6. Share artikel ini atau beritahu orang lain. Tindakan tersebut di atas akan lebih terlihat hasilnya apabila semakin banyak orang yang tahu dan mau untuk melakukannya, meskipun saat ini Anda mungkin masih sendirian melakukannya tapi jangan khawatir suatu saat orang lain pun akan tertarik untuk melakukannya. So… keep fight to keep our environtment…

Ada tambahan mengenai hal ini, silakan….

Semoga bermanfaat …:)

Ayah, Burung Elang Itu Seperti Apa?

          “Wahai Anakku, dulu di sini terdapat burung Elang yang sangat indah. Ayah sering meluangkan waktu untuk sekedar melihat mereka Undulating (gerakan meluncur ke bawah) ataupun Swarring (melayang) beberapa kali”. “Burung Elang itu seperti apa, Yah?”, sahut si anak kemudian. “Nanti Ayah tunjukkan rekaman videonya di rumah”, jawab sang Ayah.

          Beberapa saat yang lalu Saya sempat mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi di Jawa Tengah yang terkenal akan keberadaan Elang Jawa yang saat ini hanya tersisa beberapa ekor saja. Saya bersama beberapa teman melakukan pengamatan satwa yang salah satunya adalah burung Elang di lokasi tersebut untuk mengetahui populasi Elang di sana. Seperti halnya jalan di daerah pegunungan lainnya yang bekelok-kelok dan menanjak tajam, jalan yang menuju lokasi tersebut harus kami lalui dengan agak berat, karena beberapa motor kami sempat tidak kuat menanjak bahkan ada dalah satu dari kami yang motornya mogok sehingga harus didorong untuk sampai lokasi terakhir yang dapat dilalui kendaraan. Rasa lelah terbayar dengan sambutan seekor Kera Ekor Panjang (Maccaca sp.) yang tiba-tiba melintas di tepi jurang sebelah kami tak jauh setelah kami berjalan ke atas. Suhu udara yang seharusnya panas karena saat itu cuaca sangat cerah, akan tetapi terasa sejuk karena hembusan angin cukup kencang dari arah jurang.

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
        Setelah tiba di lokasi pengamatan, segera Kami mencari tempat yang PW (posisi wuenak…) untuk pengamatan Elang. Semua bekal bawaan dikeluarkan agar Kami memiliki sambilan yang bermanfaat yaitu ngemil hehe…. Setelah menunggu sekitar 15 menit, salah satu teman Kami melihat dua ekor Elang sedang swarring di seberang bukit. Sejurus kemudian, Kamipun langsung mengambil monokuler dan binokuler yang telah dipersiapkan sebelumnya. Teman yang lain segera mencatat koordinat lokasi dan waktu saat itu. Kedua Elang itu berbeda jenis yaitu Elang Hitam dan Elang Ular Bido. Sangat indah memang melihat burung Elang yang terbang bebas di alam. Selang tak berapa lama setelah kedua Elang itu menghilang di balik bukit, Kami dikejutkan dengan seekor Elang Ular Bido yang terbang tak jauh di depan kami, jaraknya hanya sekitar 50 meter sehingga tanpa bantuan alatpun Kami dapat melihat Elang tersebut dengan jelas. Ia terbang berputar-putar cukup lama di depan Kami. Beautiful !!!, itu yang dapat saya ungkapkan saat itu. Kelihaian membelah lereng bukit, rentangan sayapnya yang lebar dan bulunya yang indah Ia tunjukkan saat itu. Elang tersebut seolah-olah menunjukkan keperkasaan dan keindahan dirinya. Semua pandangan tak mau lepas dari atraksi menakjubkan dari Elang yang satu ini. Terlepas dari segala keindahan Elang tersebut, tersirat pula seolah-olah Ia juga mengatakan kepada Kami, “Kami hidup di sini, jaga dan lestaikan Kami, biarkan Kami hidup di tempat ini.”

           Setelah cukup lama mengamati, Kamipun memutuskan untuk mengakhiri kegiatan pengamatan pada hari itu karena dirasa sudah cukup. Sayang sekali, Kami tidak dapat menjumpai Elang Jawa hanya hidup secara liar di lokasi ini, akan tetapi melihat burung Elang secara langsung di alam sudah cukup mengobati rasa penasaran Kami terhadap alam ini.

         Saya berharap semoga percakapan antara ayah dan putranya di atas, tidak akan pernah terucap ketika kelak Saya menjadi seorang ayah.

Semoga bermanfaat :)

Susu Vs Bensin

Akhir-akhir ini, budaya bersepeda untuk bepergian sedang marak didengungkan oleh berbagai kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta, Bike to Work lah istilahnya.

Nah, suatu saat saya ikut perbincangan dengan salah satu dosen, beliau berkata bahwa sebenarnya yang pergi ke tempat kerja dengan mengendarai sepeda itu mayoritas orang-orang berduit, karena :

1. Harga

Kebanyakan harga sepeda mereka hampir sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan dengan cicilan awal sepeda motor. As we know, sekarang hanya dengan jaminan KTP saja Kita sudah dapat membawa pulang sepeda motor baru, nah loh… yang lebih mengherankan lagi banyak orang rela membeli sepeda dengan harga jauh lebih mahal daripada harga sepeda motor baru, hmm…

2. Masalah bahan bakar ne…

Sepeda motor tentu berbahan bakar Premium atau Pertamaxlah bagi yang berduit, tapi bagi pesepeda bahan bakarnya apa? Susu, daging ? ahaha… kemungkinan besar pasti jawabannya “iya” karena bagi mereka pastilah membutuhkan suplai bahan bakar yang lebih untuk tetap fit selama seharian bekerja.

Lalu apa masalahnya dengan bahan bakar tersebut? Lagi-lagi emisi gas rumah kaca muncul sebagai biang keladi global warming. Sepeda motor tentu akan mengeluarkan emisi gas tersebut dan memperparah efek rumah kaca di bumi, tapi apakah dengan bersepeda dijamin lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pengendara motor? Belum tentu, dengan asumsi konsumsi daging dan susu setiap hari minimal 2 kali, sebenarnya mereka juga menyumbang emisi gas rumah kaca. Susu dan daging yang mereka konsumsi berasal dari peternakan yang jelas-jelas penyumbang terbesar salah satu gas rumah kaca yaitu Metana.

Proses pencernaan hewan pemamahbiak dibantu oleh bekteri yang menghasilkan gas metana. Semakin besar konsumsi daging maka semakin banyak pula peternakan yang ada untuk memenuhi permintaan susu dan daging. Bagi orang yang belum mampu membeli susu dan daging setiap hari mereka lebih memilih membeli motor karena dengan uang 4500 rupiah untuk setiap liter bensin, dapat digunakan paling tidak 1-2hari tergantung jarak tempuh ke tempat kerja, bagi mereka tentu lebih memilih membeli bensin (premium) karena harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli daging dan susu setiap hari.

Menurut Saya, benar juga pendapat yang dilontarkan oleh dosen tersebut, seringkali Kita kurang memperhatikan efek berantai (sebab akibat) dari aktifitas yang sehari-hari dilakukan.

Berbicara masalah lingkungan memang banyak solusi yang ditawarkan agar aktifitas Kita sehari-hari lebih ramah lingkungan, akan tetapi kembali lagi kepada individu masing-masing yang masih belum menyadari akan peran manusia sebagai pisau bermata dua, perusak atau pemelihara alam. Budget masih menjadi faktor utama yang dipilih untuk melakukan berbagai solusi ramah lingkungan tersebut atau tidak. Tidak ada salahnya juga jika mereka tetap bermotor jika bepergian, tetapi saya lebih mendukung Bike to Work karena budaya cinta lingkungan perlu ditanamkan pada diri masing-masing terlepas mana yang akan mereka pilih, bersepeda atau mengendarai motor untuk bepergian.

Akhir baris, saya mengajak bagi pengguna kendaraan bermotor yang masih menggunakan Premium, Ayo ganti dengan Pertamax hehe… :D

Terima kasih

Semoga bermanfaat :)

Beberapa Negara Kepulauan Terancam Hilang dari Peta Dunia

Akhir-akhir ini isu pemanasan global (global warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) menjadi topik yang sedang hangat diperbicangkan. Ya memang kalau bicara masalah tersebut diatas memang tidak lepas dari akibat tingkah polah manusia yang semakin lama semakin serakah untuk mengeksploitasi kekayaan Sumber Daya Alam yang notabene diberikan gratis oleh Allah SWT. Tapi meskipun gratis, kita juga wajib memperhatikan kelestarian lingkungan yang ada karena kita sudah disediakan SDA yang melimpah oleh-Nya.

Namun, apa yang terjadi saat ini, kita dapat melihat dan merasakan sendiri banyak hal yang berubah di bumi yang kita tempati ini, seperti beberapa Negara kepulauan terancam hilang, kenaikan suhu bumi yang sangat tajam, perubahan iklim yang terjadi dibumi, dan lain sebagainya.
Diperkirakan 14 negara kecil terancam hilang akibat naiknya permukaan laut, antara lain beberapa negara pulau di Samudra Pasifik, yaitu Sychelles, Tuvalu, Kiribati, dan Palau, serta Maladewa di Samudra Hindia. Akibat pemanasan global, minimal 18 pulau di muka bumi ini telah tenggelam, antara lain tujuh pulau di Manus, sebuah provinsi di Papua Niugini. Kiribati, negara pulau yang berpenduduk 107.800 orang, sekitar 30 pulaunya saat ini sedang tenggelam, sedangkan tiga pulau karangnya telah tenggelam. Naiknya permukaan laut disebabkan semakin naiknya suhu udara di kutub yang berakibat mencairnya es yang dulu dibilang “Es Abadi” dikutub bumi.
Maladewa yang berpenduduk 369.000 jiwa, presidennya telah menyatakan akan merelokasikan seluruh negeri itu. Sementara itu, Vanuatu yang didiami 212.000 penduduk, sebagian telah diungsikan dan desa-desa di pesisir direlokasikan. Hal tersebut sangat mengerikan apabila benar-benar terjadi, dan tentu saja akan mengubah peta dunia saat ini. Menurut Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP, Indonesia sendiri berpotensi kehilangan 2.000-an pulau pada tahun 2030 bila tidak ada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Hmm….. Kalau boleh nyeletuk sedikit, lebih baik pulau-pulau Indonesia lebih baik dijual dulu sebelum tenggelam…… he…he….
Semoga bermanfaat :)

Mengetahui Aplikasi Autorun Ketika Windows Start Melalui Registry

    Pada saat komputer pertama kali kita hidupkan, maka secara otomatis windows akan me-load aplikasi-aplikasi yang telah tersetting untuk berjalan secara otomatis (autorun) saat Windows start. Beberapa aplikasi yang otomatis berjalan begitu Windows start dapat dilihat di taskbar (pojok kanan bawah desktop), misalnya antivirus, dan beberapa software lainnya. Nah untuk me-load beberapa aplikasi tersebut tentu saja memerlukan waktu beberapa saat. Untuk aplikasi seperti antivirus atau aplikasi lainnya yang anda perlukan sih ga jadi masalah, yang jadi masalah ketika ada aplikasi yang sebetulnya tidak kita perlukan ikut-ikutan nyala ketika windows start. Untuk kita yang bisa bersabar untuk menunggunya tentu saja waktu delay tersebut tak menjadi masalah, tapi bagaimana jadinya jika suatu saat kita terburu waktu untuk mengambil data dari komputer misalnya, wah malah jadi makin repot ujung-ujungnya....
Nah pada posting ini saya akan memberitahukan kepada anda cara untuk mengetahui aplikasi apa saja yang secara otomatis berjalan ketika windows start melalui registry. Selain anda dapat mengetahui aplikasi apa saja yang autorun, anda juga dapat sekaligus menghapus/mendisable aplikasi autorun yang sekiranya tidak anda perlukan. Sebelum membuat suatu perubahan pada Registry, sebaiknya anda melakukan Backup Registry terlebih dahulu.
Pertama kita masuk ke Registry Editor, caranya :
>>Untuk Windows XP dan Windows versi sebelumnya : klik menu START > RUN > ketikkan REGEDIT > OK
>>Untuk Windows Vista : Klik menu START > ketikkan REGEDIT pada kolom START SEARCH > tekan Enter
Kemudian akan muncul jendela Registry Editor

Setelah muncul jendela Registry Editor, navigasikan ke key berikut ini :
My Computer\HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
maka akan muncul panel sebelah kanan yang berisi aplikasi-aplikasi yang autorun saat WIndows Start. Untuk mendisable aplikasi yang autorun, klik kanan pada aplikasi yang ingin di disable kemudian delete.


Key navigasi tersebut hanya akan menampilkan aplikasi yang autorun pada user yang sedang dijalankan (user tertentu). Untuk mengetahui aplikasi yang autorun pada semua user atau dengan kata lain autorun oleh komputer (bukan user tertentu) navigasikan key berikut ini :
My Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
maka akan muncul panel sebelah kanan yang berisi aplikasi-aplikasi yang autorun saat WIndows Start. Untuk mendisable aplikasi yang autorun, klik kanan pada aplikasi yang ingin di disable kemudian delete.


Setelah selesai, tutup jendela Registry Editor kemudian Restart komputer anda dan lihat hasilnya.
Semoga bermanfaat....:)

Backup Registry

Sebelum kita melakukan utak-atik pada Registry Windows, alangkah baiknya jika kita membuat backup Registry terlebih dahulu, untuk menghindari atau mencegah kerusakan sistem komputer kita. Seperti kata pepatah saya (he..he..) "Sedia Backup sebelum utak-atik". Karena akan bermanfaat sekali kalau-kalau kita melakukan kesalahan pada saat mengutak-atik Registry Windows.
Cara mem-backup Registry Windows adalah sebagai berikut :

Pada jendela Registry Editor kita pilih menu File > Export > kemudian pada tab Export Range pilih All kemudian pilih folder dimana tempat yang anda kehendaki untuk menyimpan backup registry.
Untuk merestore/mengembalikan setingan registry anda, misalnya kalau terjadi eror setelah anda mengutak-atik registry, pilih menu File > Import > kemudian cari folder tempat dimana anda menyimpan backup registry sebelumnya > Open

Semoga bermanfaat…:)

Hutan Konservasiku Malang …

Neokolonialisme telah lahir dan terus berkembang menyergap bumi selatan. Sumberdaya alam yang dimiliki bumi sebenarnya hanya dihabiskan oleh segelintir orang yang bergaya hidup sangat boros. Perkembangan jumlah penduduk yang terjadi sangat pesat di negara-negara sering dijadikan kambing hitam sebagai pihak yang menghabiskan sumberdaya alam dunia. Gaya hidup boros di Utara menjadi faktor penyebab utama.
Banyak negara-negara utara melindungi sumberdaya hutan alamnya, sementara kebutuhan akan kayu yang tetap menggiurkan akan dipenuhi dari bumi selatan, tak mengherankan apabila demand akan produk kayu di kawasan tingkat regional Asia Tenggara terus meningkat. Sebagai contoh China, misalnya, telah mengimpor kayu lebih banyak daripada plywood, lebih banyak impor pulp daripada kertas, untuk lebih banyak lapangan kerja dinegaranya. China juga sudah menghentikan prodiksi kayu dinegaranya, sehingga kebutuhan akan kayunya diperoleh dari Russia, Indonesia, Malaysia, dan Kanada.
Ketika stok kayu di hutan-hutan produksi mulai menipis, illegal logging mulai mengarah pada kawasan-kawasan konservasi, antara lain taman-taman nasional dan juga mengarah ke Indonesia bagian Timur: Papua, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah merupakan contoh paling nyata keliaran illegal logging telah menghancurkan taman nasional di Indonesia.
Terlepas dari carut marut kondisi taman nasional di Indonesia, ternyata kita masih memiliki kawasan-kawasan konservasi termasuk hutan lindung yang lumayan luas. Kita masih memiliki  stok 28 juta hektar kawasan konservasi yang tersebar di 530 lokasi, yang menjadi masalah selanjutnya adalah mampukah kawasan-kawasan konservasi tersebut bertahan terhadap hantaman meningkatnya demand kayu global dan regional serta kebutuhan lahan akibat invasi perkebunan sawit dan dilanjutkan dengan tambang pada skala nasional ? Semoga saja pemerintah saat ini mau memperhatikan masalah tersebut, karena dampak kerusakan hutan terbukti juga dapat melewati batas-batas negara, seperti bencana banjir, tanah longsor, konflik satwa liar-manusia, kebakaran dan pembakaran lahan beserta kabut asapnya.
Hal ini belum terhitung dampak berantai yang timbul seperti menurunnya kesuburan tanah, penyakit, hama, bencana kekeringan dan sebagainya. Tampaknya, pemerintahan yang kuat dan legitimate, serta kebijakan politik nasional yang berpihak pada konservasi dan rehabilitasi sumberdaya hutan, dapat menjadi salah satu faktor penentu utama kemana masa depan hutan di Indonesia akan dibawa.

Perdagangan Karbon (Carbon Trading)

APA ITU CARBON TRADING ???
Dalam beberapa tahun belakangan, mugkin sering anda dengar istilah Perdagangan Karbon atau Carbon Trading yang diangkat oleh beberapa media massa di tanah air. Dan mungkin anda juga bertanya-tanya, apa sich Carbon Trading tu ??? apakah Indonesia mau berjualan arang Karbon yang dikemas dalam suatu wadah gitu ??? Truz yang mau beli tu siapa ???

Hmm… sebenarnya Carbon Trading merupakan kompensasi yang diberikan oleh negara-negara industri maju untuk membayar kerusakan lingkungan yang sudah mereka buat. Salah satunya asap karbondioksida (CO2) yang dihasilkan pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah terlalu sesak dan memenuhi atmosfer bumi kita, yang berakibat naiknya suhu bumi  (istilah trendnya “Global Warming” gitu..) serta lubang dilapisan ozon yang makin luas.

Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan di Indonesia, Asia Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea. Kompensasi diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan lingkungan yang dibuat.

Jadi singkatnya, negara-negara yang maju industrinya (tapi juga paling maju dalam hal merusak lingkungan) harus membayar kompensasi kepada Negara yang memiliki luasan hutan yang besar terutama Brazil dan Indonesia atas polusi industrinya. Karena hanya hutanlah yang mampu menyerap asap CO2 yang ada di atmosfir.

Perdagangan karbon dunia semakin meningkat sejak ditandatangani Protokol Kyoto, di mana negara-negara di dunia sepakat untuk menekan emisi karbon dioksida rata-rata 5,2 persen selama 2008 hingga 2012. Di bawah kesepakatan Protokol Kyoto, negara industri maju penghasil emisi karbon dioksida diwajibkan membayar kompensasi kepada negara miskin dan atau berkembang atas oksigen yang dihasilkannya.


TRUZ BENEFIT APA YANG DIDAPAT ???
Hmm….menurut informasi yang saya dapat dari sana-sini, harga karbon di Indonesia yang ditawar negara-negara maju saat ini adalah 3 dollar per Hektar/ton/tahun. Padahal, hutan di Brazil dihargai 12 dollar. Sangat mengherankan memang.
Sedangkan Indonesia saat ini hanya memiliki  hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga per Hektar dengan luasan hutan yang ada.

Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.

Semoga bermanfaat…..:)

Mencegah Virus Bootable dari Flash Disk

Sungguh mengejutkan perkembangan virus didunia saat ini. Tak mau ketinggalan para virus maker di Indonesia pun juga ikut ambil bagian dalam perkembangbiakannya, baik virus baru maupun varian-varian baru dari virus lama.

Masih ingatkah anda saat virus brontok berhasil menggemparkan dunia???
Atau virus CODE RED yang dibuat para virus maker di China karena mereka marah saat pesawat Stealth Amerika menabrak pesawat tempur China. CODE RED menghacking Amerika, dan hebatnya lagi sistem komputer di White House lumpuh total.. WOW...

Dalam artikel ini saya akan memberikan Cara Mencegah Vrus Bootable dari Flash Disk, yang tentunya sudah menjadi momok ketika kita was-was apakah Flash Disk kita dihinggapi Virus entah itu dari warnet atau  komputer lain.

Virus model kayak gini biasanya menggunakan beberapa script. Script Ini berisi sederetan perintah untuk menjalankan dirinya sendiri tanpa menunggu diaktifkan/doubleclick dari sang user. Jadi tanpa kita sadari ketika Flash Disk kita yang dihuni oleh virus jenis ini kita colokkan ke komputer, maka secara otomatis virus ini telah menjangkiti komputer kita. Autorun.inf, desktop.ini, atau Folder.htt adalah script yang biasanya akan dibuat oleh virus, dan tentu saja script-script tersebut diberi attribut hidden agar tidak terdeteksi langsung oleh kita.


Saya akan memberikan dua cara untuk mengatasinya. Untuk menonaktifkan Autorun/Autoplay anda dapat menggunakan salah satu cara dibawah ini :


1. Disable (mematikan) Autorun/Autoplay melalui Registry dengan langkah sebagai berikut :

- Buka jendela Registry Editor dengan cara klik START > RUN > pada kotak Run ketikkan regedit > OK
- Tuju bagian ini :
  HKEY_CURENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
- Pada kolom sebelah kanan pilih (double klik) pada string NoDriveTypeAutoRun
- Ubah value data dengan ff yang berarti fungsi Autorun/Autoplay akan dinonaktifkan pada 255 drive.
- Tuju bagian ini :
  HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
- Pada kolom sebelah kanan pilih (double klik) pada string NoDriveTypeAutoRun
- Ubah value data dengan 95 yang berarti fungsi Autorun/Autoplay akan dinonaktifkan


2. Disable (mematikan) Autorun/Autoplay melalui Group Policy dengan langkah sebagai berikut :

- Buka jendela Registry Editor dengan cara klik START > RUN > pada kotak Run ketikkan gpedit.msc > OK
- Setelah muncul jendela Group Policy pilih Computer Configuration\Administrative Template\System
- Pada kolom setting (sebelah kanan) doubel klik Turn off Autoplay, maka akan muncul kotak dialog Turn off Autoplay
- Secara default fitur ini dalam kondisi Not Configured. Ubahlah menjadi Enable, kemudian pilih All Drive pada kolom TUrn off   Autoplay on : .
- Klik tombol OK
- Lakukan settingan yang sama pada User Configuration\Administrative Template\System
- Tutup jendela Group Policy dan restart komputer anda.


Dengan cara diatas kita dapat menghindarkan serang virus jenis autorun menyarang komputer kesayangan kita dan kita dapat menghapus script-script diatas secara manual.
Jadi kita bisa menghapus / melawan virus tanpa antivirus. Wow....


Nb. Untuk menampilkan script-script virus, terlebih dahulu ubah settingan pada Folder Option agar menampilkan file / folder yang berattribut hidden. Caranya klik START > CONTROL PANEL > FOLDER OPTION > pada tab VIEW plih option "Show hidden files and folder" dan hilangkan tanda cek 'v' pada option "Hide protected operating system files (Recommended)". Klik Apply kemudian OK.

Pengaruh Faktor Abiotik Terhadap Keanekaragaman Jenis Burung Di Petak 13, Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta

Pengaruh Faktor Abiotik Terhadap Keanekaragaman Jenis Burung
Di Petak 13, Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta
Oleh :
Drajat Dwi Hartono
INTISARI
Petak 13 Wanagama I merupakan hutan rehabilitasi yang memiliki potensi sebagai habitat berbagai macam jenis burung. Kondisi hutan rehabilitasi yang berbeda dengan hutan alam tentu akan berpengaruh terhadap keanekaragaman burung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik Petak 13 terhadap keanekaragaman jenis burung.
Penelitian dilakukan pada bulan November 2010 di petak 13 Wanagama I. Metode pengambilan data burung dan faktor abiotik adalah point count sejumlah 15 buah dengan penempatan menggunakan sistem sytematic sampling with random start. Faktor abiotik yang diteliti adalah kelembaban, suhu, jarak dari sumber air serta kelerengan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jenis burung yang menggunakan petak 13 sebagai habitatnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan serta pengaruh negatif antara kenekaragaman jenis burung dengan suhu dan kelembaban. Diperoleh persamaan linear y = -3.25149 + 0.08754 x1 + 0.02176 x2. Nilai R square dari persamaan linear tersebut adalah 0,1399. Ditinjau dari aspek ekologi, burung membutuhkan suhu dan kelembaban optimal untuk dapat tinggal suatu wilayah, suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi menyebabkan menurunnya keanekaragaman jenis burung, sehingga terjadi perbandingan terbalik antara keanekaragaman jenis burung dengan suhu dan kelembaban di petak 13, Wanagama I.
Kata kunci : Wanagama, abiotik, keanekaragaman burung, point count

Download .pdf
Newer Posts Older Posts Home

 

Followers

Pakai Aplikasi Paytren

Investasi Pohon

Total Pageviews

Visitors

Translate This Page

Wisata Hati Business School

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger