Susu Vs Bensin

Akhir-akhir ini, budaya bersepeda untuk bepergian sedang marak didengungkan oleh berbagai kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta, Bike to Work lah istilahnya.

Nah, suatu saat saya ikut perbincangan dengan salah satu dosen, beliau berkata bahwa sebenarnya yang pergi ke tempat kerja dengan mengendarai sepeda itu mayoritas orang-orang berduit, karena :

1. Harga

Kebanyakan harga sepeda mereka hampir sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan dengan cicilan awal sepeda motor. As we know, sekarang hanya dengan jaminan KTP saja Kita sudah dapat membawa pulang sepeda motor baru, nah loh… yang lebih mengherankan lagi banyak orang rela membeli sepeda dengan harga jauh lebih mahal daripada harga sepeda motor baru, hmm…

2. Masalah bahan bakar ne…

Sepeda motor tentu berbahan bakar Premium atau Pertamaxlah bagi yang berduit, tapi bagi pesepeda bahan bakarnya apa? Susu, daging ? ahaha… kemungkinan besar pasti jawabannya “iya” karena bagi mereka pastilah membutuhkan suplai bahan bakar yang lebih untuk tetap fit selama seharian bekerja.

Lalu apa masalahnya dengan bahan bakar tersebut? Lagi-lagi emisi gas rumah kaca muncul sebagai biang keladi global warming. Sepeda motor tentu akan mengeluarkan emisi gas tersebut dan memperparah efek rumah kaca di bumi, tapi apakah dengan bersepeda dijamin lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pengendara motor? Belum tentu, dengan asumsi konsumsi daging dan susu setiap hari minimal 2 kali, sebenarnya mereka juga menyumbang emisi gas rumah kaca. Susu dan daging yang mereka konsumsi berasal dari peternakan yang jelas-jelas penyumbang terbesar salah satu gas rumah kaca yaitu Metana.

Proses pencernaan hewan pemamahbiak dibantu oleh bekteri yang menghasilkan gas metana. Semakin besar konsumsi daging maka semakin banyak pula peternakan yang ada untuk memenuhi permintaan susu dan daging. Bagi orang yang belum mampu membeli susu dan daging setiap hari mereka lebih memilih membeli motor karena dengan uang 4500 rupiah untuk setiap liter bensin, dapat digunakan paling tidak 1-2hari tergantung jarak tempuh ke tempat kerja, bagi mereka tentu lebih memilih membeli bensin (premium) karena harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli daging dan susu setiap hari.

Menurut Saya, benar juga pendapat yang dilontarkan oleh dosen tersebut, seringkali Kita kurang memperhatikan efek berantai (sebab akibat) dari aktifitas yang sehari-hari dilakukan.

Berbicara masalah lingkungan memang banyak solusi yang ditawarkan agar aktifitas Kita sehari-hari lebih ramah lingkungan, akan tetapi kembali lagi kepada individu masing-masing yang masih belum menyadari akan peran manusia sebagai pisau bermata dua, perusak atau pemelihara alam. Budget masih menjadi faktor utama yang dipilih untuk melakukan berbagai solusi ramah lingkungan tersebut atau tidak. Tidak ada salahnya juga jika mereka tetap bermotor jika bepergian, tetapi saya lebih mendukung Bike to Work karena budaya cinta lingkungan perlu ditanamkan pada diri masing-masing terlepas mana yang akan mereka pilih, bersepeda atau mengendarai motor untuk bepergian.

Akhir baris, saya mengajak bagi pengguna kendaraan bermotor yang masih menggunakan Premium, Ayo ganti dengan Pertamax hehe… :D

Terima kasih

Semoga bermanfaat :)

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger