Pengaruh Faktor Abiotik Terhadap Keanekaragaman Jenis Burung Di Petak 13, Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta

Pengaruh Faktor Abiotik Terhadap Keanekaragaman Jenis Burung
Di Petak 13, Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta
Oleh :
Drajat Dwi Hartono
INTISARI
Petak 13 Wanagama I merupakan hutan rehabilitasi yang memiliki potensi sebagai habitat berbagai macam jenis burung. Kondisi hutan rehabilitasi yang berbeda dengan hutan alam tentu akan berpengaruh terhadap keanekaragaman burung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik Petak 13 terhadap keanekaragaman jenis burung.
Penelitian dilakukan pada bulan November 2010 di petak 13 Wanagama I. Metode pengambilan data burung dan faktor abiotik adalah point count sejumlah 15 buah dengan penempatan menggunakan sistem sytematic sampling with random start. Faktor abiotik yang diteliti adalah kelembaban, suhu, jarak dari sumber air serta kelerengan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jenis burung yang menggunakan petak 13 sebagai habitatnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan serta pengaruh negatif antara kenekaragaman jenis burung dengan suhu dan kelembaban. Diperoleh persamaan linear y = -3.25149 + 0.08754 x1 + 0.02176 x2. Nilai R square dari persamaan linear tersebut adalah 0,1399. Ditinjau dari aspek ekologi, burung membutuhkan suhu dan kelembaban optimal untuk dapat tinggal suatu wilayah, suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi menyebabkan menurunnya keanekaragaman jenis burung, sehingga terjadi perbandingan terbalik antara keanekaragaman jenis burung dengan suhu dan kelembaban di petak 13, Wanagama I.
Kata kunci : Wanagama, abiotik, keanekaragaman burung, point count

Download .pdf

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

About Me

Investment and Wealth Protection

Chat Me

 Status YM

 

Followers

Investasi Pohon

Total Pageviews

Visitors

Translate This Page

Wisata Hati Business School

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger