Ayah, Burung Elang Itu Seperti Apa?

          “Wahai Anakku, dulu di sini terdapat burung Elang yang sangat indah. Ayah sering meluangkan waktu untuk sekedar melihat mereka Undulating (gerakan meluncur ke bawah) ataupun Swarring (melayang) beberapa kali”. “Burung Elang itu seperti apa, Yah?”, sahut si anak kemudian. “Nanti Ayah tunjukkan rekaman videonya di rumah”, jawab sang Ayah.

          Beberapa saat yang lalu Saya sempat mengunjungi Taman Nasional Gunung Merapi di Jawa Tengah yang terkenal akan keberadaan Elang Jawa yang saat ini hanya tersisa beberapa ekor saja. Saya bersama beberapa teman melakukan pengamatan satwa yang salah satunya adalah burung Elang di lokasi tersebut untuk mengetahui populasi Elang di sana. Seperti halnya jalan di daerah pegunungan lainnya yang bekelok-kelok dan menanjak tajam, jalan yang menuju lokasi tersebut harus kami lalui dengan agak berat, karena beberapa motor kami sempat tidak kuat menanjak bahkan ada dalah satu dari kami yang motornya mogok sehingga harus didorong untuk sampai lokasi terakhir yang dapat dilalui kendaraan. Rasa lelah terbayar dengan sambutan seekor Kera Ekor Panjang (Maccaca sp.) yang tiba-tiba melintas di tepi jurang sebelah kami tak jauh setelah kami berjalan ke atas. Suhu udara yang seharusnya panas karena saat itu cuaca sangat cerah, akan tetapi terasa sejuk karena hembusan angin cukup kencang dari arah jurang.

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
        Setelah tiba di lokasi pengamatan, segera Kami mencari tempat yang PW (posisi wuenak…) untuk pengamatan Elang. Semua bekal bawaan dikeluarkan agar Kami memiliki sambilan yang bermanfaat yaitu ngemil hehe…. Setelah menunggu sekitar 15 menit, salah satu teman Kami melihat dua ekor Elang sedang swarring di seberang bukit. Sejurus kemudian, Kamipun langsung mengambil monokuler dan binokuler yang telah dipersiapkan sebelumnya. Teman yang lain segera mencatat koordinat lokasi dan waktu saat itu. Kedua Elang itu berbeda jenis yaitu Elang Hitam dan Elang Ular Bido. Sangat indah memang melihat burung Elang yang terbang bebas di alam. Selang tak berapa lama setelah kedua Elang itu menghilang di balik bukit, Kami dikejutkan dengan seekor Elang Ular Bido yang terbang tak jauh di depan kami, jaraknya hanya sekitar 50 meter sehingga tanpa bantuan alatpun Kami dapat melihat Elang tersebut dengan jelas. Ia terbang berputar-putar cukup lama di depan Kami. Beautiful !!!, itu yang dapat saya ungkapkan saat itu. Kelihaian membelah lereng bukit, rentangan sayapnya yang lebar dan bulunya yang indah Ia tunjukkan saat itu. Elang tersebut seolah-olah menunjukkan keperkasaan dan keindahan dirinya. Semua pandangan tak mau lepas dari atraksi menakjubkan dari Elang yang satu ini. Terlepas dari segala keindahan Elang tersebut, tersirat pula seolah-olah Ia juga mengatakan kepada Kami, “Kami hidup di sini, jaga dan lestaikan Kami, biarkan Kami hidup di tempat ini.”

           Setelah cukup lama mengamati, Kamipun memutuskan untuk mengakhiri kegiatan pengamatan pada hari itu karena dirasa sudah cukup. Sayang sekali, Kami tidak dapat menjumpai Elang Jawa hanya hidup secara liar di lokasi ini, akan tetapi melihat burung Elang secara langsung di alam sudah cukup mengobati rasa penasaran Kami terhadap alam ini.

         Saya berharap semoga percakapan antara ayah dan putranya di atas, tidak akan pernah terucap ketika kelak Saya menjadi seorang ayah.

Semoga bermanfaat :)

0 comments:

Newer Post Older Post Home

 

Followers

 

Templates by Drajat Dwi Hartono | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger