Kita sering mendengar istilah virtual
reality atau simulasi yang digunakan pada suatu percobaan atau pengujian suatu
sistem, misalnya tes untuk pilot yang menggunakan sebuah simulator yang
didisain sedemikian rupa sesuai kondisi kokpit pesawat terbang yang di dalamnya
terdapat sistem yang dapat digunakan untuk simulasi penerbangan yang sangat
mirip bahkan sama dengan kenyataan.
Calon pilot diwajibkan untuk
melewati uji tersebut sehingga memperoleh pengalaman melakukan penerbangan
sebelum melakukan penerbangan sesungguhnya di lapangan. Konsep inilah yang saat
ini mulai dikembangkan di Indonesia oleh beberapa peneliti dan pengembang
dibidang kepariwisataan alam untuk menciptakan model-model pengembangan suatu
kawasan objek daya tarik wisata (ODTW) di suatu kawasan secara 3 dimensi. Selama
ini konsep pengembangan model kepariwisataan alam masih berupa gambar 2 dimensi
berupa peta maupun secara 3 dimensi yang masih sekedar dalam bentuk maket. Di
dalam model pengembangan (virtual reality) tersebut, dimasukkan unsur-unsur
yang terdapat di lapangan baik hard material (objek buatan manusia) maupun soft
material (objek natural) sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai
kondisi kawasan wisata yang akan dikembangkan.

Didalam model ini, akan terjadi
komunikasi antara desainer kawasan wisata dengan pengguna kawasan atau
wisatawan yang akan memberikan penilaian terhadap model yang telah dibuat baik
dari segi atraksi wisata yang ditawarkan maupun dari segi fasilitas yang
disediakan oleh pengelola kawasan wisata. Desainer juga dapat membuat beberapa
desain kawasan wisata yang nantinya juga akan dilakukan penilaian oleh pengguna
mengenai desain-desain tersebut.

Pembuatan model semacam ini
memang lebih sulit apabila dibandingkan dengan sekedar membuat sketsa dalam
peta, brosur wisata, maupun maket 3 dimensi. Proses pembuatannya menggunakan beberapa software yang memerlukan keahlian khusus untuk mengoperasikannya, misalnya AutoCAD, Google Sketchup, Adobe Photoshop, maupun Quest 3D. Software tersebut dapat diganti menggunakan software lain yang fungsinya serupa. Keunggulan model virtual reality yaitu mampu
memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada user atau wisatawan dan dapat
digunakan sebagai gambaran yang sebenarnya terhadap kondisi kawasan wisata yang hendak
dikunjungi.